Hidayatullah.com–Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa menyatakan bahwa pemerintah Republik Indonesia sangat prihatin atas perkembangan kondisi terkini di Mesir yang semakin memburuk.
Marty dikutip Antara di Jakarta pada hari Rabu, menegaskan penggunaan kekerasan yang telah mengakibatkan jatuhnya korban jiwa tidak akan menyelesaikan permasalahan di negeri itu.
Menurut Menlu, masyarakat internasional perlu mendukung upaya rekonsiliasi antara pihak-pihak di Mesir dan mendesak penghentian kekerasan.
Kekerasan di Mesir terjadi antara pendukung mantan Presiden Mesir Mohammad Mursy dan para pendukung pemerintahan baru hasil kudeta militer yang menggulingkan Mursy dari tampuk pemimpin pemerintahan.
Sama seperti Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, menanggapi musibah di Mesir, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan rasa prihatin terhadap situasi yang berkembang di Mesir akhir-akhir ini. Presiden berpandangan bahwa semua pihak perlu menahan diri, mengedepankan semangat kompromi, menghindari kekerasan dan menghormati hak asasi manusia, serta mengedepankan cara penyelesaian masalah secara damai dan demokratis.
Presiden yakin bahwa untuk menyelesaikan masalah pihak otoritas sementara Mesir harus menegakkan hak berkumpul secara damai, kebebasan berbicara, dan menjamin keamanan seluruh rakyat Mesir. Presiden juga mendukung sepenuhnya upaya yang telah dilakukan Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam mendorong semua pihak untuk menahan diri semaksimal mungkin dan memberikan kesempatan dialog dan rekonsiliasi nasional.
“Selain Perserikatan Bangsa-Bangsa, Liga Arab juga memiliki peranan penting guna penyelesaian masalah Mesir,” kata SBY dikutip laman Setkab Kamis, (15/08/2013)
Menurut SBY, kedua organisasi internasional itu mempunyai responsibilitas untuk menekan otoritas sementara Mesir dalam melaksanakan tanggung jawab penyelesaian konflik, mendorong tercapainya kompromi di antara para pihak melalui proses dialog, dan menciptakan rekonsiliasi nasional.
Sebagai salah satu anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa, kata Presiden SBY, Pemerintah Republik Indonesia siap membantu Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk membahas langkah bersama dalam membantu pemulihan situasi di Mesir secara cepat dan damai.*