Hidayatullah.com—Mengaku tidak sanggup menanggung beban tanggungjawab atas keputusan yang tidak disetujuinya terkait tindakan keras atas demonstran pro-Mursy, hari Rabu (14/8/2013) Muhammad El-Baradei mengundurkan diri dari jabatan wakil presiden Mesir.
Pengunduran diri itu diajukan El-Baradei setelah lebih dari seratus orang dikabarkan meninggal akibat bentrokan dengan aparat keamanan Mesir yang berusaha membubarkan aksi unjuk rasa para pendukung mantan presiden Muhammad Mursy.
Dalam surat pengunduran dirinya kepada presiden sementara Mesir Adly Mansour, El-Baradei mengatakan bahwa “pihak yang diuntungkan dengan apa yang terjadi pada hari ini adalah mereka yang menyeru pada kekerasan, terorisme dan kelompok-kelompok paling ekstrim,” lansir Al-Arabiya.
El-Baradei, penerima Nobel Perdamaian yang belum ini dikecam PM Turki Erdogan karena mendukung kudeta atas Mursy, mengatakan bahwa “ada cara yang lebih damai” untuk mengakhiri krisis negara Mesir.
“Sebagaimana yang Anda tahu, saya melihat adanya cara-cara damai untuk mengakhiri bentrokan dalam masyarakat, yang bisa diterima menjadi solusi dan awal yang akan membawa kita pada rekonsiliasi nasional,” kata El-Baradei dalam suratnya kepada Adly Mansour yang dikutip Reuters.
“Sulit bagi saya untuk terus mengemban tanggungjawab atas keputusan-keputusan yang tidak saya setujui dan yang akibatnya saya takuti. Saya tidak sanggup menanggung jatuhnya satu tetes darah,” imbuh El-Baradei.
Sementara itu menurut Tareq Fahmy, profesor hubungan internasional di Universitas Kairo, kepada Al-Arabiya mengatakan bahwa pengunduran El-Baradei tidak akan merubah peta politik yang dirancang militer saat menggulingkan Mursy awal Juli lalu.*