Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Memprihatinkan, 44 Persen Pelajar SMA Melakukan Aktivitas Seksual

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 2 Oktober 2013 14:19 2:19 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 2 Oktober 2013 14:19
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Perilaku pelajar saat betul-betul memprihatinkan Berdasar hasil penelitian, 44 persen pelajar SMA telah melakukan aktivitas seksual. Mereka menjadikan kegiatan seksual tersebut sebagai gaya hidup baru dalam berpacaran.

Penelitian tersebut dilakukan Hotline Pendidikan Jatim. Juga disebutkan, 31 persen pelajar SMP juga telah melakukan aktivitas yang sama. Rata-rata saat berpacaran pelajar SMP dan SMA melakukan aktivitas mulai berpegangan tangan, berciuman, petting, hingga berhubungan intim.

Penelitian pertama dilakukan pada 2011 dengan sasaran pelajar SMP di Surabaya. Di antara 700 pelajar SMP yang disurvei, hasilnya cukup mengejutkan. Sebanyak 31 persen menjurus pada kegiatan seksual saat berpacaran. Bahkan, 14 persen di antara mereka melakukan hubungan intim selama berpacaran.

Hasil penelitian tersebut diperkuat penelitian berikutnya pada 2012. Pada penelitian kedua, Hotline Pendidikan berfokus pada pelajar SMA di Surabaya. Sebanyak 600 pelajar SMA kelas XI dijadikan responden. Hasilnya, 44 persen gaya berpacaran pelajar SMA menggambarkan aktivitas pergaulan bebas remaja. Sebanyak 16 persennya sudah melakukan hubungan layaknya suami istri.

Ketua Hotline Pendidikan Jawa Timur Isa Ansori menyatakan, gaya hidup baru para pelajar dalam berpacaran itu tidak serta-merta muncul begitu saja. Ada sebab akibat terkait perubahan perilaku remaja tersebut. “Salah satunya pembiasaan anak-anak memperoleh informasi tentang perilaku gaya hidup secara bebas, yaitu, melalui internet, televisi, radio, majalah, atau media handphone. Hal itu mengakibatkan perubahan perilaku remaja. Informasi gaya hidup bebas yang kerap dilihat, dibaca, dan didengar lambat laun akan ditiru dan menjadi kebiasaan, sehingga remaja kini jadi minim budaya malu,” ujarnya, dilansir JPNN, Rabu (2/10/2013).

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Saat ini, lanjut Isa, anak semakin mudah memperoleh informasi tentang gaya hidup modern yang mengarah pada gaya hidup ala Barat. Karena itu, jika budaya pembiaran perilaku tersebut (kebebasan mengakses informasi) terus berlanjut, secara otomatis budaya ketimuran juga akan luntur.

Apalagi dalam hasil penelitian, 40 persen lebih responden telah menyatakan menghalalkan hubungan seksual. Artinya, siswa yang berpendapat demikian tinggal menunggu momentum yang tepat untuk melakukan perilaku seksual.

Karena itu, kata Isa, semua pihak harus bertanggung jawab untuk membuat regulasi yang bisa diterima anak-anak, baik orang tua, pemerintah, dinas pendidikan, maupun lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang peduli dengan generasi muda. Salah satu yang diperlukan adalah pelatihan kecerdasan literasi. Dengan demikian, ketika anak memiliki kemampuan untuk mengakses informasi dari berbagai media secara mudah, mereka akan cerdas memilih informasi yang baik dan buruk.

“Saya rasa saat ini pendampingan anak kurang. Juga perhatian dari orang tua maupun pemerintah,” ujar pria yang juga ketua Dewan Pendidikan Surabaya itu.

Kebebasan akses informasi hingga mempengaruhi perilaku seksual pelajar itu, lanjut Isa, juga terkait dengan pola pembelajaran baru yang diterapkan di sekolah. Jika sebelumnya anak diberi tahu informasi oleh guru, kini dengan pola pembelajaran baru, anak justru mencari tahu sendiri informasi tersebut.

Akibatnya, ketika anak dilepas begitu saja tanpa dibekali pemahaman memperoleh informasi, yang terjadi adalah anak secara bebas mencari tahu informasi itu tanpa batasan. “Sekarang ini kan kurikulum baru, anak justru mencari tahu sendiri. Rasa ingin tahu itu yang membuat anak bebas mencari informasi dari berbagai media,” tambahnya.

Dengan adanya fenomena tersebut, menurut Isa, yang diperlukan adalah bersama-sama memberikan pencerahan kepada anak-anak tentang apa yang dilakukan, termasuk aktivitas di ruang publik seperti Facebook, BBM, maupun Twitter. Semua pihak harus memberikan batasan-batasan agar anak tidak terjerumus.

“Di ruang publik biasanya anak bisa curhat dan sebagainya. Ketika kebebasan itu ada, anak perlu didampingi,” jelasnya.

Selain itu, Isa mengatakan, pendidikan reproduksi perlu diberikan kepada anak-anak sejak usia dini. Tetapi, pendidikan reproduksi tersebut harus dikemas dengan baik untuk mengarahkan anak menjauhi tindakan seksual di luar nikah. “Selama ini pendidikan reproduksi belum ada,” jelasnya.

Berdasar penelitian yang dilakukan terhadap siswa SMP dan SMA di Surabaya tersebut, akses informasi yang mengubah perilaku seksual pelajar paling banyak didapat dari tiga sumber. Yaitu, televisi, teman, dan internet. Karena itu, tiga akses informasi tersebut harus disikapi.

“Semuanya harus dibenahi. Orang tua harus punya waktu dan lebih intens berkomunikasi dengan anak selama masa tumbuh kembang,” paparnya. Sebab, sebagian besar remaja sekarang sangat sulit terbuka kepada orang tua. Mereka memilih mencari ruang lain untuk bisa terbuka tentang permasalahan yang menyangkut pribadi atau pasangannya.

Hal itu juga berdasar laporan Telephon Sahabat (Tesa) 129 Jatim tahun lalu, yaitu ada 563 pengaduan. Sebanyak 60 persen pengaduan remaja tersebut adalah persoalan pacaran.

Setelah dilakukan pendalaman, anak-anak remaja masih sangat labil sehingga rentan melakukan sesuatu. Jadi, perlu dibikin kekuatan atau penyadaran terhadap anak-anak tersebut. Mereka rata-rata mengadu karena mengalami keterasingan di sekolah maupun di rumah. “Ini perlu disikapi,” ujar ketua Tesa 129 Jatim itu.*

 

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Madinah akan Punya Bandara Ramah Lingkungan
Tulisan selanjutnya Syrian Observatory: Korban Tewas di Suriah 115.206 Orang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Berita
2 Juni 2026 19:00
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?