Hidayatullah.com–Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Hukum, Fakultas Syariah UIN Suska Pekanbaru, Riau menuai kontroversi karena akan mengundang salah satu tokoh JIL (Jaringan Islam Liberal), Ulil Abshar Abdala.
Menurut rencana, Ulil akan mengisi seminar bertajuk “Demokrasi Di Negara-negara Muslim” yang akan diadakan pada 20 Oktober 2013 mendatang.
Saat diklarifikasi hidayatullah.com, ketua panitia, Raja Inaldalimunte membenarkan akan mengadakan acara tersebut.
“Benar. Tapi karena ada konflik, tadi malam kami putuskan untuk memindahkan (kepanitiaannya) ke Manajemen Dakwah, karena dekan Fakultas Syariah tidak membolehkan. Jadi keputusan tadi malam, dipindahkan ke Manajemen Dakwah di Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi,” ujarnya.
Saat ditanyai tentang pertimbangan panitia mengundang Ulil, Raja menjelaskan bahwa hal ini bertujuan untuk mengetahui pandangan tokoh liberal tersebut tentang demokrasi.
“Tema yang diangkat ‘kan tentang demokrasi. Sebagai seorang mahasiswa itu kan kita harus bisa memilah dan memilih, lah. Kampus ini ‘kan universal, dan semua ilmu ini maunya masuk. Kita tidak terfokus pada satu ilmu saja, kita ingin melihat pandangan orang liberal tentang demokrasi itu apa sih,” ujarnya kepada hidayatullah.com.
Sementara itu, anggota Komisi Ukhuwah MUI Riau, Ir. Muhammadun menyayangkan acara tersebut karena hal itu hanya akan mensosialisasikan pemikiran sesat mereka.
“Kita menolak pemikiran-pemikiran liberalnya itu, yang oleh MUI tahun 2005 sudah ada fatwa bahwa pemikiran sekularisme, liberalisme dan plurarisme itu bertentangan dengan Islam. Kalau mengundang dia, berarti akan mensosialisasikan pemikiran-pemikiran dia ‘kan.”
Muhammadun hanya meminta, agar mahasiswa lebih selektif dalam memilih narasumber.
“Ke depan, untuk menentukan siapa yang akan tampil di kampus itu ya dipilih yang mendukung keislaman, bukan yang mendukung sekularisme dan pluralisme. Mereka ini kan pengusung, penjaja dan pengecer ide-ide liberal. Ada kepentingan asing dibelakangnya. Jadi teman-teman mahasiswa kita himbau supaya tahu orang-orang ini dibelakangnya siapa, siapa yang mendanai, berbahaya atau tidak bagi kampus, mahasiswa dan masyarakat pada umumnya.”
Beberapa organisasi mahasiswa juga telah menyatakan penolakannya atas acara ini, di antaranya Rohis Kampus FKII Asy-Syams dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UIN Suska.
Dalam pernyataannya, Bayu selaku Ketua Departeman Syiar FKII dengan tegas menolak acara tersebut.
“Pemikiran-pemikiran Ulil ini diberbagai kampus sudah masuk ke mahasiswa, dosen dan sebagainya. Dan itu melukai umat Islam, karena menafsirkan hukum-hukum seenaknya tanpa menghargai ulama. Kami menolak,” ujarnya.*/Hidayat, Pekanbaru