Hidayatullah.com–Para pemuda Indonesia diserukan kembali ke agama untuk menghindari wabah korupsi. Sebab wabah tersebut sudah sangat sulit diberantas.
Seruan ini disampaikan Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Adhyaksa Dault di Pesantren Wadi Mubarak, Desa Kuta, Megamendung, Bogor, Jawa Barat, Jumat, 11 Shafar 1435 H (13/12/2013) siang.
Dia berpesan, para pemuda dan masyarakat umum agar menyelamatkan komunitas masing-masing dari korupsi. Kepada para orangtua, diimbau mendidik anak-anaknya.
Mengutip pernyataan seorang sosiolog, Adhyaksa mengatakan, “Kau tidak bisa selamatkan dunia, tapi selamatkanlah komunitasmu masing-masing.”
Jauh sebelum ungkapan di atas, lanjutnya, dalam al-Qur’an lebih dahulu diungkapkan pesan senada.
“Allah sudah bilang, ‘Qu anfusakum waahlikum naro…’ Jaga dirimu dan keluargamu dari api neraka. Dan saya jaga keluarga saya, keluarga adik-adik saya, keluarga tetangga-tetangga saya, dan saya berbuat begitu dulu,” jelasnya, mengutip potongan ayat keenam dari Surat at-Tahrim.
Adhyaksa menilai, korupsi di negeri ini sudah membudaya. Dia meyakini, cara ampuh menumpasnya dengan memperkuat agama. Upaya ini juga berlaku bagi para pemuda.
“Tidak bisa tidak, gerakan-gerakan moral itu mesti digalakkan. Kembali ke jalan agama. Nggak ada upaya (lain) lagi,” tegasnya.
Saat itu Adhyaksa baru saja menjadi saksi pernikahan salah seorang pengurus Wadi Mubarak.*