Hidayatullah.com– Masyarakat Indonesia diimbau cerdas dalam memilah media rujukan dalam pemberitaan musibah haji di Arab Saudi. Terutama pemberitaan yang bersumber dari media asing di luar Arab Saudi.
Demikian imbauan Duta Besar (Dubes) Arab Saudi untuk Indonesia, Mustafa bin Ibrahim Al Mubarak, dalam jumpa pers perayaan Hari Nasional Kerajaan Arab Saudi di Kuningan, Jakarta, Selasa (29/09/2015) malam.
Menurutnya, perlu dipertimbangkan dahulu jika ingin merujuk pada media asing tersebut. “Apa yang disampaikan CNN, BBC, dan sebagainya, belum tentu itu betul,” ujarnya menyebut sejumlah media Barat.
Walaupun, lanjutnya, terkadang media-media tersebut memberikan berita yang objektif.
“Tapi mengenai kejadian yang ada di Arab Saudi, perlu kita pertimbangkan kembali (jika ingin merujuk pada media tersebut. Red),” imbaunya didampingi penerjemah.
Namun demikian, Mustafa mengatakan, memilih rujukan informasi yang tepat bukan sebatas media apa yang menyampaikan. Tapi apakah beritanya sudah objektif atau tidak.
Tentu, katanya, objektifitas yang dimaksud adalah sesuai dengan sumber aslinya.
Saat ditanya awak hidayatullah.com, apakah Mustafa puas terhadap pemberitaan media asing terkait tragedi Mina, ia menjawab tidak puas.
“Tidak, termasuk media-media Indonesia,” ujarnya disambut tawa sejumlah awak media mainstream.
Mustafa memberi contoh media asing yang beritanya tidak benar. Yaitu sejumlah media yang menuding bahwa insiden Mina baru-baru ini disebabkan kehadiran Putra Raja Salman.
Padahal, katanya menegaskan, “(Berita) itu adalah klaim sepihak BBC dan itu tidak benar.” [Baca: Putra Raja Salman Dipastikan Bukan Penyebab Insiden Mina]*