Hidayatullah.com–Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan menginap dengan menggunakan tenda posko selama di Sinabung.
“Tidak benar presiden akan menginap di tenda VVIP seharga Rp 15 miliar,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho. dikutip Kompas.com.
Dia menjelaskan, para menteri yang mendampingi presiden juga akan menginap di tenda posko/pengungsi. Presiden akan memimpin langsung solusi penanganan erupsi Gunung Sinabung.
“Tenda tersebut biasanya digunakan BNPB dan BPBD untuk posko lapangan dan menampung pengungsi,” katanya.
Dia menambahkan, tenda tersebut banyak digunakan BNPB/BPBD di banyak tempat bencana seperti Way Ela Maluku, Mentawai, Aceh, Jakarta dan lain sebagainya.
“Tenda digunakan multifungsi. Di Way Ela Maluku saat tanggap darurat banjir bandang digunakan untuk posko, sekolah darurat dan pengungsi. Di Aceh untuk pengungsi, musola dan menampung logistik,” katanya.
Dia menambahkan, di Mentawai digunakan untuk aktivitas rehabilitasi dan rekonstruksi serta lain sebagainya.
“Di Yogyakarta digunakan untuk gladi. Di Monas digunakan untuk logistik penanganan banjir Jakarta, dan sebagainya,” katanya.
BNPB, tambah dia, telah banyak mendistribusikan tenda pengungsi ke BPBD untuk kegiatan penanggulangan bencana.
Isu VVIP
Sebelumnya ramai perbincangandi jejaring sosial tentang tenda VIP Presiden.
Isu bermunculan mengenai berita tenda mewah senilai 15 miliar rupiah yang disiapkan untuk kunjungan Presiden.*