Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Ini Dia Solusi Cegah Terulangnya Kasus “Tuhan Membusuk” Versi MUI Jatim

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 10 September 2014 13:59 1:59 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 10 September 2014 12:58
Bagikan
Ustadz Muhammad Yunus (tengah) saat memimpin rapat Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) di kantor MUI Jatim, menyikapi kasus tema “Tuhan Membusuk” OSCAAR 2014 UINSA
Bagikan

Hidayatullah.com– Kasus tema “Tuhan Membusuk” pada kegiatan Orientasi Akademik dan Cinta Almamater (OSCAAR) 2014 di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya diharapkan yang terakhir kalinya terjadi. Bagaimana mengantisipasi agar kasus serupa tidak terulang?

Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur (Jatim) Ustadz Muhammad Yunus melontarkan sejumlah solusi. Pertama dan penting dilakukan, kata Yunus, pemerintah harus berperan aktif menindaklanjuti kasus tersebut. Terutama dengan merubah kurikulum atau silabus kurikulum di UINSA dan IAIN/UIN secara umum.

“Yang perlu dilakukan adalah pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama maupun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, untuk ikut membantu bagaimana membenahi, memperbaiki kurikulum yang ada di IAIN itu. Apa yang menyebabkan IAIN atau UINSA sekarang itu menjadi seperti itu,” ujarnya kepada hidayatullah.com belum lama ini.

Sebab, Yunus beralasan, kasus tema “Tuhan Membusuk” sifatnya sudah masuk ke wilayah-wilayah yang sangat penting. Yaitu terkait dengan pola pikir dan cara pandang para mahasiswa yang mengikuti pemikiran dan filsafat Yunani-Barat.

“Sumber-sumber keilmuan yang mereka (UINSA. Red) pakai sebagai metodologi itulah yang keliru. Sehingga untuk memperbaikinya adalah (mengganti kurikulum) itu yang menurut saya urgen untuk dilakukan,” terangnya di Jl Kejawan Putih Tambak, Surabaya, Jumat (05/09/2014).

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Solusi kedua, tambah Yunus, pihak dekanat atau rekrorat memberikan pembinaan dan pentarbiyahan kepada para mahasiswa agar pemikirannya jangan sampai tersesat.

Solusi ketiga, tambahnya, setiap proposal kegiatan kemahasiswaan khususnya di UIN harus melalui sensor, baik dari pihak perguruan tinggi maupun mahasiswa selaku panitia pelaksana teknis. Misalnya dengan memperhatikan tema kegiatannya.

“Ruang publik sekarang ini memang sangat rentan. Apalagi di media sosial, ini bahaya. Mestinya teman-teman UINSA punya kecerdasan untuk bisa melihat situasi, apakah tema-tema yang dibikin itu menjadi kontroversi di masyarakat atau tidak. Mestinya ada semacam sensor bahwa ini berbahaya,” terangnya.

Selain itu, katanya, kasus pelecehan agama seperti tema “Tuhan Membusuk” harus dibawa ke ranah hukum agar menjadi pelajaran bagi siapa saja. Hingga kini proses hukum kasus tersebut terus berlangsung. Kasus serupa sudah sering terjadi di UINSA dan berbagai IAIN/UIN sebelumnya.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:IAINperguruan tinggi islam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Gelombang Baru Wabah Ebola Mengancam Liberia
Tulisan selanjutnya Boim Lebon Berbagi Tips Menulis dengan Anggota FLP

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

vape covid
Berita

Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Berita
31 Mei 2026 02:22
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Terbaru

  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?