Hidayatullah.com–Organisasi Islam Al Jam’iyatul Washliyah mengkritisi proses penyaluran bantuan sosial (Bansos) untuk organisasi massa yang diberikan pemerintah. Organisasi Islam ini mengaku, sampai hari ini tidak pernah mendapat bantuan.
Pernyataan ini disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar Al Jam’iyatul Washliyah (PB Al Washliyah) Dr. Yusnar Yusuf, MS kepada hidayatullah.com.
Menurutnya, Kementerian Agama (Kemanag) sebagai lembaga yang menyalurkan bantuan terkesan pilih kasih.
Bansos, menurut Yusnar, biasanya hanya diberikan kepada lembaga yang memiliki hubungan dengan pejabat di Kemenag.
Yusnar menjelaskan, ada pejabat di Kemenag yang seenaknya memberikan bantuan untuk institusi atau lembaga di daerahnya.
“Padahal katanya, masih banyak fasilitas pendidikan Ormas Islam yang kondisinya sangat membutuhkan bantuan itu.”
Menurut Yusnar, sudah menjadi tugas negara untuk membantu kelangsungan penyelenggaraan kegiatan Ormas Islam dengan adil.
Padahal Al Washliyah sejak berdiri pada 1930 telah membantu negara dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Organisasi yang lahir di Medan, Sumut ini telah banyak mendirikan lembaga pendidikan mulai dari taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi.
Seluruh lembaga pendidikan milik Al Washliyah jelasnya masih aktif hingga sekarang.
“Saat ini Al Washliyah memiliki seribu unit sekolah/madrasah dan sembilan universitas yang tersebar di seluruh Indonesia,” Kata Yusnar Yusuf. Tidak hanya pendidikan formal, Al Washliyah juga bergerak dalam bidang dakwah Islam.
Dalam bidang dakwah, organisasi ini pun terus berjalan hingga sekarang. Namun sekali lagi dikatakannya bantuan untuk ormas Islam yang dipimpinnya tidak ada.
Pihaknya mengaku pernah berkali-kali mengajukan proposal permohonan bantuan ke Kementerian Agama untuk kegiatan di organisasinya. Namun semua permohonan itu tidak mendapat hasil. Padahal semua persyaratan yang diminta oleh kementerian sudah dilampirkan. Mulai akta pendirian ormas, domisili, tanda terdaftar organisasi hingga rekening bank. Namun ujung-ujungnya dana yang ditunggu tidak kunjung cair. Kondisi ini membuat dirinya kapok mengajukan proposal.
Ditegaskan Ketum Al Washliyah, proses penyaluran bansos masih pilih kasih, untuk itu sebaiknya dana bansos tidak dikelola Kemenag lagi. Dana bantuan untuk ormas sebaiknya langsung diserahkan kepada presiden saja.*