Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Pengungsi Bangladesh Nyaris Berulah di Pelabuhan Langsa

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 26 Mei 2015 07:25 7:25 am
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 26 Mei 2015 07:25
Bagikan
Sejumlah pengungsi Bangladesh yang sempat ribut di lokasi pengungsian Langsa
Bagikan

Hidayatullah.com– Usai Shubuh, sejumlah pengungsi asal Bangladesh nyaris berbuat ulah di lokasi penampungan Pelabuhan Kuala Langsa, Kota Langsa, Nanggroe Aceh Darussalam, Senin (25/05/2015).

Pantauan hidayatullah.com langsung di lokasi sekitar pukul 06.17 Wib, awalnya para pengungsi Bangladesh shalat Subuh berjamaah di halaman parkir selatan. Usai itu, mereka mendengarkan ceramah dari seseorang yang tampaknya digurukan.

Ceramah dilanjutkan dengan doa bersama. Dalam doa itu, sebagian jamaah menangis tersedu-sedu. Sementara sang pemimpin doa tampak berapi-api membacakan lafal demi lafal berbahasa Arab dan Myanmar.

Begitu bubar, mereka kembali ke barak, sekitar 50 meter sebelah timur tempat shalat. Belum juga semuanya masuk barak, tahu-tahu sebagian mereka tampak meributkan sesuatu. Perlahan, tensi keributan agak meninggi.

Hingga kemudian, beberapa orang pengungsi Bangladesh bergerak maju ke arah barak pengungsi Rohingya asal Myanmar. Barak Rohingya terletak sekitar 100 meter di sebelah utara barak Bangladesh.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Namun, pergerakan orang tadi langsung ditahan oleh kawan-kawannya. Sang penceramah tadi pun turun tangan, mencoba menenangkan saudara se-Tanah Air-nya.

Saat media ini mencoba meminta keterangan kepada ustadz berjanggut lebat itu, ia mengatakan bahwa tidak terjadi apa-apa.

“La, la, la,” ujar pria yang masih berjubah itu dalam bahasa Arab plus isyarat tangan.

Melihat situasi demikian, seorang petugas polisi di depan barak Rohingya mendatangi kerumunan pengungsi Bangladesh. Setelah berkomunikasi dengan mereka, polisi bersepeda motor itu pergi. Lalu datang sejumlah petugas keamanan dari satpol PP dan seorang tentara. Petugas lain ada yang membawa tongkat kayu untuk jaga-jaga. Beberapa orang Rohingya tampak memperhatikan situasi dari depan barak mereka.

Komunikasi antara petugas dengan pengungsi Bangladesh kembali terjalin. Petugas tampaknya mengkhawatirkan mereka akan menyerang pengungsi Myanmar. Dengan campuran bahasa isyarat dan Inggris sekadarnya, orang-orang Bangladesih tadi disuruh tenang dan berbalik. Mereka pun, juga dengan bahasa isyarat, menyangkal akan melakukan kekerasan.

“No, no, no!” ujar pria “yang digurukan” kepada petugas, maksudnya tidak ada perkelahian.

Saat awak media ini turut mengajak mereka untuk tenang, mereka pun tersenyum. Sebagian bahkan langsung membicarakan soal sarapan. “Makan, makan!” ujar beberapa pria Bangladesh dengan logat asing.

Gara-gara Air Panas

Berdasarkan informasi yang dihimpun hidayatullah.com, keributan singkat tadi dipicu masalah sepele, yaitu air panas.

“Water hot, water hot,” ujar sebagian mereka dalam bahasa Inggris ala kadarnya, dengan maksud minta air panas kepada petugas.

“Air panas di tempat mereka habis. Mereka minta jatah. Orang Bangladesh memang begitu. Kalau dibiarkan bisa-bisa tukang masak air (di dapur umum) disikat,” terang seorang petugas yang menutupi namanya.

Keributan berakhir sekitar pukul 06.30 Wib setelah mereka berembug. Petugas pun mengantar tiga orang Bangladesh mengambil air di dapur umum. Dapur ini terletak di samping barak Rohingya.

Seorang petugas keamanan setempat mengaku, kejadian seperti itu tidak sering terjadi. Selama ini, pengungsi Bangladesh memang dikenal agak susak dikontrol. Olehnya, di depan barak mereka dipasang pagar kawat polisi. Berbeda dengan pengungsi Muslim Rohingya. Hubungan antara dua kubu pengungsi itu tidak baik.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:pengungsiPengungsi Rohingya
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Koran Gereja Vatikan: Legalisasi Pekawinan Homo di Irlandia Sebuah Kekalahan
Tulisan selanjutnya Wakil Ketua DPR Desak Pemerintah Bawa Masalah Pengungsi ke ASEAN

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Berita
30 Mei 2026 10:11
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?