Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

‘Kampanye’ Dalam FTV Dinilai Akan Jadi Indikasi Kerusakan di Indonesia

Ahmad
Terakhir diupdate: 24 Juni 2015 07:32 7:32 am
Ahmad
Dipublikasikan 24 Juni 2015 08:10
Bagikan
Tayangan film bertema nikah mut'ah yang dikecam banyak pihak
Bagikan

Hidayatullah.com– Peneliti Syiah, Farid Ahmad Okbah mengatakan dengan mengkampanyekan nikah mut’ah melalui tayangan Film Televisi (FTV) religi, pihak MNC TV sama saja telah membuka jalan dan tanpa disadari mengajari masyarakat untuk melakukan nikah mut’ah.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Rabu, 17 Juni 2015 MNC TV menayangkan Film Televisi (FTV) berjudul “Dia Tetap Ibuku” yang ditayangkan Pukul 09: 30 WIB. Dalam tayangan film tersebut nikah mut’ah dianggap sebagai suatu tindakan yang dibolehkan dengan syarat tertentu.

“Padahal nikah mut’ah itu justru perilaku menyimpang, tidak sesuai dengan syariat Islam karena diharamkan bahkan bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 1 tahun 1974 tentang perkawainan,” kata Farid saat dihubungi hidayatullah.com, Selasa (23/06/2015).

Jika penyimpangan seperti itu mendapatkan porsi di media nasional, maka masih menurut Farid, itu akan menjadi indikasi kerusakan yang luar biasa di Indonesia. Sebab, lanjutnya, pengaruh media massa itu sangat luar biasa kepada masyarakat.

“95 persen masyarakat kita itu dasarnya suka nonton. Nah, kalau yang ditonton acara tidak mendidik seperti itu lalu jadi tuntunan bagi mereka, maka akan banyak perilaku menyimpang di negeri ini,” cetus Farid.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Supaya kasus tersebut tidak terulang lagi, ungkap Farid, maka umat Islam harus menyikapi kasus ini dengan tegas. Dan setidaknya Majelis Ulama Indoensia (MUI) bisa melakukan monitoring dan filtering tayangan bekerjasama dengan bagian sensor Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

“Karena masyarakat Indonesia itu mayoritas Muslim, kalau norma-norma keagamaan tidak begitu diperhatikan, terus apakah mereka cuma ingin memperhatikan aturan-aturan normatif saja yang mereka buat sendiri, lalu agama tidak mendapatkan perhatian,” tegas Farid.

Karena itu, selain umat Islam terus melakukan penekanan kepada bagian filtering KPI supaya tidak meloloskan kembali tayangan film yang seperti itu. Farid juga berharap bagian filtering KPI bisa lebih mawas diri.

“Mungkin bisa saja ada ketledoran dalam bagian filtering KPI atau memang bisa juga dalam tubuh KPI sudah tersusupi orang-orang yang suka mengkampanyekan nikah mut’ah (kelompok Syiah,red),” pungkas Farid.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:KPIMajelis Ulama IndoensiaMNC TVmonitoringMUImut'ahnikahsyiah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Barak Pengungsi Rohingya Dinilai Seperti Penjara, Manager Desak Pemerintah Sediakan Satu Pulau
Tulisan selanjutnya PBB: Tiga Juta Orang Kehilangan Tempat Tinggal Akibat Konflik di Iraq

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Tak Mau Angkut Senjata 'Israel', Lufthansa Tetapkan Embargo
BeritaIptekes

Nyamuk Datang Naik Pesawat Dua Pekerja Bandara Jerman Meninggal Karena Malaria

Berita Iptekes
27 Agustus 2026 23:34
Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?