Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Kocak Menteri Kepolisian Inggris Bingung Rwanda dan Kongo Beda Negara [Video]

Ama Farah
Terakhir diupdate: 28 April 2024 18:32 6:32 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 28 April 2024 15:36
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Partai-partai oposisi Inggris mengkritik Menteri Kepolisian Chris Philp karena tampak kebingungan bahwa Rwanda dan Kongo merupakan dua negara Afrika yang berbeda, ketika menghadiri acara tanya jawab langsung BBC Question Time yang disiarkan seantero negeri.

Dalam acara itu ada seorang penonton di studio asal Republik Demokratik Kongo yang mempertanyakan kebijakan baru pemerintah Inggris yang akan mendeportasi atau membuang sebagian migran asing ke Rwanda.

RUU pembuangan migran asing ilegal ke Rwanda sah menjadi UU pada hari Kamis (25/4/2024). UU menyebutkan bahwa siapa saja pencari suaka yang memasuki Inggris secara “ilegal” setelah 1 Januari 2022 dari negara asal yang aman, terancam dikirim dengan penerbangan sekali jalan ke Rwanda.

Salah satu pria di kursi penonton menyoroti adanya konflik bersenjata antara Rwanda dan negara tetangganya Kongo dan sejarah panjang mereka yang kerap bermusuhan.

Pria asal Kongo itu bertanya, “Apabila anggota keluarga saya berasal dari Goma (sebuah kota di RD Kongo dekat perbatasan dengan Rwanda) bermigrasi sekarang, apakah mereka akan dikirim balik ke negara yang saling berperang – Rwanda?”

Baca Juga

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

“Apakah hal itu masuk akal menurut Anda?” imbuhnya.

Philp mulai tampak kebingungan tetapi kemudian menjawab, “Tidak, menurut saya ada pengecualian bagi orang Rwanda dikirim ke Rwanda.”

Setelah si penanya menegaskan bahwa keluarganya bukan “berasal dari Rwanda”, Menteri Kepolisian itu kebingungan tentang geografi negara-negara di Afrika. “Well, maksud saya, Rwanda adalah negara yang berbeda dengan Kongo, bukan?”

“Itu negara yang berbeda?” imbuh Philp, yang tampak sangat kebingungan.

Kata-kata dan gerak tubuh Menteri Kepolisian Inggris yang kebingungan itu kontan mengundang suara tawa keras dari sebagian hadirin. (Lihat video di bawah)

Menteri bayangan bidang kesehatan dari Partai Buruh Wes Streeting, yang hadir dalam acara itu memperlihatkan ekspresi keheranan bukan kepalang, dengan ekspresi seolah mengatakan bagaimana bisa seorang menteri kepolisian yang bertugas menangkapi migran ilegal dan mendeportasinya ke negara Afrika tidak memahami geografi negara tujuannya.

Sadar dengan sikapnya yang tidak semestinya, Philp langsung melanjutkan penjelasan dengan berkata, “Terdapat klausul di dalam legislasi itu yang menyebut bajwa apabila seseorang akan menderita, saya kira kalimatnya berbunyi ‘serious and irreversible harm’ karena dikirim ke tempat lain, maka dia tidak akan dikirim.”

“Jadi ada mekanisme keselamatan yang dibuat di dalam undang-undang itu,” imbuhnya, masih dengan nada canggung.

Menteri bayangan urusan keimigrasian dari Partai Buruh Stephen Kinnock menyindir UU itu dan Menteri Kepolisian Philp dengan mengatakan pemerintah Inggris mengirimkan dana £576 juta ke sebuah negara “yang bahkan tidak dapat ditunjukkannya di peta”.

Politisi dari Liberal Demokrat Sarah Olney mengatakan, hal tersebut menunjukkan pemerintahan Inggris yang sekarang bukan pemerintahan yang serius, lansir BBC Jumat (26/4/2024).

Seorang sekutu politik Philp berusaha membela marwah Menteri Kepolisian Inggris itu dengan mengatakan bahwa pernyataannya terkait dengan Rwanda dan Kongo adalah negara berbeda merupakan pernyataan retorika, bukan pertanyaan sesungguhnya, karena dia sedang berusaha memperjelas apa yang ditanyakan kepadanya.

Pada tahun 2022 ketika didekati London supaya Rwanda bersedia menerima migran yang dibuang dari Inggris, Menteri Luar Negeri Rwanda Vincent Biruta mengatakan bahwa pemerintah lebih memilih untuk tidak menerima orang-orang dari negara tetangga seperti RD Kongo, Burundi, Uganda atau Tanzania.*

Menteri Kepolisian Inggris Chris Philp bingung negara Rwanda dan Kongo.
Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Headlineinggris
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Induk TikTok di China Bilang Bisnisnya di Amerika Tidak akan Dijual
Tulisan selanjutnya (Video) Bubarkan Demo Pro Palestina, Polisi Tangkapi Mahasiswa hingga Profesor Universitas Columbia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Berita
31 Mei 2026 01:20
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

4 Juni 2026 08:06
Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

3 Juni 2026 13:00
Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

3 Juni 2026 12:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?