Hidayatullah.com- Populasi umat Islam yang kini mencapai seperempat dari jumlah total penduduk dunia diharapkan bisa memberikan peran dan kontribusi yang sigfinikan dalam mewarnai peradaban dunia di masa kini dan mendatang.
Demikian dikatakan oleh Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI) Lukman Hakim Sayifuddin saat memberikan sambutan dalam pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Internasional ke-3 di Ruang HM Rasidji Gedung Kemenag, Jalan Thamrin, Jakarta, Selasa (01/09/2015).
“Mari kita jalin persahabatan dan kerjasama antar bangsa di dalam ikatan ukhuwah Islamiyah, wathaniyah dan basyariyah,” katanya.
Agama Islam, menurut Lukman, merupakan agama yang paling cepat perkembangannya khususnya di benua Eropa dan Amerika abad sekarang. Hal itu harus dibarengi dengan peran dan kontribusi yang diberikan umat Islam terhadap pemecahan masalah aktual dan krusial yang dihadapi oleh masyarakat dunia dewasa ini.
“Umat Islam dalam menyikapi isu global perlu mempunyai sikap proaktif dan bukan defensif,” tegasnya.
Islam sebagai agama dan pandangan hidup yang mendunia, masih menurut Lukman harus tercermin pada sikap dan wawasan umat Islam yang moderat, toleran, dan inklusif namun memiliki prinsip harga diri serta berpegang teguh dengan aqidah yang diyakininya.
“Pelaksanaan MTQ di tingkat Nasional dan Internaisonal merupakan satu bukti bahwa MTQ telah menjadi milik masyarakat muslim antar bangsa,” ujarnya.
Lebih lanjut, kata Lukman, kegiatan MTQ merupakan tradisi yang patut diapresiasi karena membawa misi mendekatkan umat dengan al-Qur’an. Dan MTQ diharapkan mampu menjadi stimulant untuk melahirkan para Qori dan Hafidzul Qur’an terbaik yang mengharumkan nama bangsa dan memotivasi segenap muslim lainnya untuk senantiasa bisa meningkatkan kemampuan seni membaca al-Qur’an.
“Kegiatan MTQ ini memiliki peran yang cukup besar dan penting dalam pembinaan tilawatil Qur’an, di samping peran pendidikan dalam keluarga, sekolah dan masyarakat,” pungkas Lukman.
Hadir juga dalam pembukaan MTQ seperti hadir juga Sekjen dan Dirjen Bimas Islam Kemenag RI beserta jajaranya. Dan para dewan juri, seperti Prof. Dr. Said Agil Husain Abu Nawar, Prof Dr. Asim Saqof dan lain sebagainya.
Selain itu, hadir perwakilan dari kepala negara sahabat seperti Duta Besar (Dubes) Kanada, Dubes Bosnia, Dubes Brunai Darussalam, Dubes Irak, Dubes Yordania, Dubes Mesir, Dubes Maroko, Dubes Turki, Dubes Kamboja dan Dubes al-Jazeera.*