Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Pakar: Ekonomi Syariah Akan Berkembang Pesat di 2016

Ngadiman Djojonegoro
Terakhir diupdate: 7 November 2015 13:10 1:10 pm
Ngadiman Djojonegoro
Dipublikasikan 7 November 2015 13:10
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Diprediksi tahun depan (2016) ekonomi syariah khususnya dunia perbankan syariah di Indonesia akan mengalami kebangkitan.

Meski kondisi ekonomi nasional belum sesuai harapan namun dengan potensi pasar yang besar di mana mayoritas penduduknya Muslim maka tumbuhnya ekonomi syariah bukanlah impian kosong.

Demikian diungkapkan pakar ekonomi syariah, Adiwarman A. Karim dalam seminar yang diselenggarakan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Wilayah Jabar dengan bertema “Sistem Ekonomi Islam Dalam Mengatasi Perlambatan Ekonomi Indonesia “ di Bandung, Kamis (5/11/2015).

Lebih lanjut Adiwarman menambahkan bahwa pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia tersebut salah satunya ditandai dengan pertumbuhan secara signifikan yakni berdirinya Bank Umum Syariah (BUS) dan Unit Usaha Syariah (UUS) pada 2016 mendatang.

Menurutnya pertumbuhan signifikan tersebut setidaknya akan menarik atau penambahan asset di perbankan syariah antara Rp.48 trilun hingga Rp.61 triliun.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Ada lima indikasinya yakni yang pertama selesainya proses konsolidasi di dua BUS terbesar di Indonesia yang nilainya antara Rp.15 – 20 triliun. Kedua adanya konversi Bank Umum Konvensional (BUK) menjadi BUS dengan total asset mencapai Rp.20 triliun,”jelasnya.

Sementara yang ketiga ia menyebutkan adanya ekspansi usaha mikro (Rp.5 – 8 trilun), yang keempatan adanya ekspansi bidang property (Rp.5 – 10 trilun) dan yang kelima adanya pemain baru dalam industri syariah dengan perputaran hingga Rp.3 triliun.

Pasang surut perkembangan perbankan syariah di Indonesia dalam cacatannya juga ditandai adanya pertumbuhan UUS lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan BUS, namun di tahun 2010 lalu ada penurunan jumlah UUS dikarenakan ada beberapa UUS yang melakukan Spin Off. Sementara kabar gembiranya,sambungnya, dimana masih tahun yang sama adanya penambahan BUS terbesar terjadi yakni berdirinya 5 BUS baru.

“Walaupun jumlah BUS masih sedikit baru ada 12 bank, namun jumlah jaringan yang dimiliki oleh BUS jauh lebih banyak dibandingkan dengan jumlah jaringan yang dimiliki oleh UUS setidaknya dalam catatan saya setidaknya hingga Juni 2015 ini saja telah mencapai 2.121 kantor diseluruh Indonesia. Nah,dengan mengacu pada lima indikasi kebangkitan perbankan syariah diatas maka bisa dipastikan pertambahan kantor cabang akan lebih banyak lagi sehingga akan mudah di akses masyarakat,”imbuh pendiri Karim Bussiness Consulting Indonesia ini.

Ia juga menyampaikan salah salah problem ekonomi syaiah yang lambat adalah pertumbuhan aset Perbankan Syariah pada tahun 2010 sampai 2012 selalu berada diatas 30%, namun sampai 2014 malah mengalami penurunan sampai hanya sebesar 12,41%. Kondisi ini menurutnya menyebabkan Compound Annual Growth Rate (CAGR) perbankan Syariah hanya diatas 42,48% yang berarti 2 kali lipat dibandingkan pertumbuhan perbankan nasional.

Selain itu ia menambahkan hambatan lain juga datang dari kesadaran masyarakat Muslim sendiri yang belum bersemangat dalam memajukan ekonomi syariah khususnya dalam dunia perbankan syariah. Hal ini ditandai dengan pangsa pasar yang masih kecil dimana hingga Juni 2015 hanya sebesar 4.59% dari perbankan nasional.

“Namun kita semua harus tetap dan terus optimis dimana tingginya tingkat pertumbuhan funding, financing, dan total asset, maka perbankan syariah di Indonesia merupakan pasar yang besar. Di  ,coba kurang apalagi?,”tanyanya.

Untuk itu ia mengajak hadirin khususnya dan masyarakat Muslim pada umum agar tidak ragu lagi terhadap perbankan syariah dan turut serta mendukung dan memajukan ekonomi syariah khususnya perbankan syariah. Sebab,imbuhnya,sebesar apa dukungan pemerintah dan investor jika masyarakatnya masih acuh maka tidak akan berarti apa.

“Salah satu bentuk dukungan minimal kita membuka rekening di Bank Syariah lah,”ajaknya dihadapan ratusan peserta dari berbagai profesi ini.*

 

Redaktur: Ngadiman Djojonegoro
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Adi Marwan Azwar Karimbank syariahEkonomisperbankan syariahsyariat Islam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Surat Cinta untuk Hidayatullah
Tulisan selanjutnya Penjajah Tembak Mati Nenek 72 Tahun, HAMAS Seru Lanjutkan Perjuangan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Berita
31 Mei 2026 04:41
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?