Hidayatullah.com–Untuk menyelamatkan diri dari fitnah akhir zaman seperti yang terjadi saat ini, hendaklah kaum muslimin bersikap adil. Selain itu, seyogianya juga seorang mukmin harus berkarakter emas dalam menghadapi tantangan zaman ini.
Selain berupaya berjihad sekuat tenaga melawannya dengan kekuatan raga, harta, bahkan nyawa, proses untuk terus istikomah beribadah kepada Allah dan menjauhi kejahatan manusia harus berjalan beriringan.
“Sifat emas adalah tetap akan berharga di manapun ia berada. Tak peduli tempat ataupun kondisi, maukah di etalase atau pun comberan, ia tetaplah emas yang bernilai,” demikian disampaikan penulis buku Kita Berada di Fitnah Akhir Zaman” Abu Fatiyah Al Adnani, Sabtu (13/02/2016).
Ciri fitnah akhir zaman, katanya, adalah kedustaan merajalela, kemunkaran terjadi di mana-mana, memutus silaturrahim telah menjadi gaya hidup, bertetangga tidak lagi melahirkan kedamaian. Tapi bagi seorang mukmin yang berkarakter emas, semua itu tidak akan berpengaruh baginya. Ia tetap istikomah dengan keimanannya,” urainya.
Kemudian, karakter selanjutnya yang harus dimiliki oleh orang mukmin, ialah karakter lebah. Lebah adalah makhluk yang hanya menyukai kebaikan dan gemar memberikan kebaikan/manfaat bagi orang lain.
Orang mukmin, sambungnya, agar mampu menghindari fitnah akhi zaman ini, harus juga bisa memperhatikan bahwa apa yang ia asup ialah hanya sesuatu yang baik-baik saja.
“Apa lagi sekarang ini berkembang makanan-makanan yang beracun lagi membahayakan, namun justru begitu sulit untuk menghindari,” ulasnya.
Tidak hanya piawai memastikan kebaikan apa yang dikonsumsi, seorang mukmin juga harus bisa mampu memastikan diri gemar melakukan kebaikan dan enggan perkara-perkara buruk lagi merusak.
“Lihatlah lebah, sekalipun ia hinggap dan membuat rumah di dahan/ranting sebuah pohon, ia tetap tidak membuat pohon tersebut rusak,” ungkapnya.
Demikian pula seorang mukmin, tambahnya lagi, harus mampu memastikan bahwa setiap aktivitas yang dikerjakan itu mendatangkan manfaat baik bagi dirinya sendiri maupun orang lain. Bukan sebaliknya, justru membawa kemudharata.
“Bila prinsip-prinsip orang mukmin ini kita pegang teguh, maka Insya Allah kita akan mampu menyelamatkan diri kita masing-masing dari dahsyatnya fitnah akhir zaman seperti saat ini,” tutupnya.*/Khairul Hibri