Hidayatullah.com– Ulama muda yang tumbuh dan besar di kawasan Luar Batang, Bachtiar Nasir, mengajak masyarakat setempat berpegang pada hukum Allah. Apalagi di tengah kondisi memprihatinkan pasca penggusuran kawasan Pasar Ikan.
“Kalau Anda tidak berpegang kepada hukum Allah, habis ini Luar Batang,” ucapnya dalam orasinya yang berapi-api pada Rapat Akbar Masyarakat Jakarta di halaman Masjid Keramat Luar Batang, Penjaringan, Jakarta, Rabu (20/04/2016).
Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia ini menegaskan, kehadirannya di situ bukan karena media. Bukan pula karena Luar Batang kampungnya sewaktu kecil. Tetapi karena di situ sedang ada yang diusir.
Bachtiar menilai, langkah Pemprov DKI Jakarta ingin menggusur kawasan Luar Batang adalah tindakan dzalim. Sebab kawasan ini merupakan basis awal penyebaran Islam di Jakarta sejak 3 abad lalu. Di sini juga terdapat pusat keagamaan berupa Masjid Keramat Luar Batang peninggalan Habib Husein bin Abubakar Alaydrus.
“Demi jiwa bapak dan ibuku yang wafat di sini. Allah memerintahkan kita untuk berlaku adil terhadap siapa pun, selama mereka tidak memerangi agama-Mu,” ujarnya, sembari mengutip al-Qur’an Surat Al-Mumtahanah ayat 7 dan 8.
Akan Menuntut Secara Hukum
Ia mengatakan, warga Luar Batang sudah sangat lama bersabar dan bertahan. Meski lahan mereka sedikit demi sedikit telah diambil, bahkan air tidak dikasih, dan banjir selalu menjadi langganan.
“Kita ini penduduk sah di sini, legal, punya surat-surat. Allah bersama kita selama berada di jalan yang benar, kita menuntut secara hukum (jika digusur. Red),” paparnya.
Sebelumnya, Pemprov DKI telah melakukan penggusuran di wilayah Pasar Ikan dengan mengerahkan aparat keamanan. Selanjutnya, Pemprov berencana akan menggusur sebagian wilayah Luar Batang, Mei mendatang.
Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengatakan tidak akan menggusur Masjid Keramat Luar Batang. Meski demikian, Bachtiar menilai hal itu justru akan membuat masjid menjadi seperti museum. Sebab akan ditinggal pergi masyarakat jika berpindah tempat akibat penggusuran.*