Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Skandal Bantuan AS dan ‘Israel’ di Gaza: Pil Narkotik Dicampur di Tepung Makanan

Ahmad
Terakhir diupdate: 28 Juni 2025 13:58 1:58 pm
Ahmad
Dipublikasikan 28 Juni 2025 13:57
Bagikan
Warga Gaza membawa bantuan Gaza Humanitarian Foundation (GHF), Yayasan Kemanusiaan Gaza buatan AS-’Israel’ | dugaan obat narkotika dicampur tepung
Bagikan

Hidayatullah.com—Otoritas Palestina (PA) di Gaza mengungkapkan bahwa pil-pil narkotik jenis Oxycodone  ditemukan di dalam kantong tepung yang dikirim melalui jalur bantuan yang dijalankan oleh Amerika Serikat dan penjajah ‘Israel’ di bawah payung Gaza Humanitarian Foundation (Yayasan Kemanusiaan Gaza/GHF). Temuan ini dikonfirmasi oleh Kantor Media Pemerintah Gaza dalam pernyataan resmi yang dirilis Jumat, 27 Juni 2025.

“Kemungkinan pil-pil ini sengaja digiling atau dilarutkan dalam tepung itu sendiri, yang merupakan serangan langsung terhadap kesehatan publik,” kata pernyataan dari Kantor Media Pemerintah Gaza dikutip Daily Sabah.

Otoritas tersebut menyebut tindakan ini sebagai “kejahatan keji” dan “senjata lunak dalam perang kotor terhadap warga sipil,” dengan menuduh ‘Israel’ mengincar “merusak struktur sosial Palestina dari dalam”.

Menurut laporan Kantor Media Gaza, hingga saat ini telah tercatat empat kesaksian warga Palestina yang menemukan pil tersebut saat menerima paket tepung, kutip middleeasteye.net.

“Saya menemukan pil dalam salah satu kantong tepung dan langsung membuangnya,” ungkap salah satu saksi yang meminta identitasnya dirahasiakan kepada Palestine Chronicle.

Baca Juga

Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah
Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional
Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

Temuan ini terjadi di tengah krisis kemanusiaan yang semakin parah. Sejak 27 Mei 2025, setidaknya 549 warga Palestina syahid dan lebih dari 4.000 terluka akibat tembakan militer ‘Israel’ di lokasi distribusi bantuan—menurut data Kementerian Kesehatan Gaza dikutip Anadolu Agency.

Selain itu, serangan udara ‘Israel’ di Deir al-Balah pada 26 Juni menewaskan 18 orang yang tengah antre mengambil tepung dari unit keamanan Hamas bernama “Sahm”.

“Ketika kami tiba, ada orang sobek, terluka parah dan tewas … Saya harus mengangkut korban tiga atau empat kali. Situasi di rumah sakit sangat katastrofik,” ucapnya seorang paramedis, Razeq Abu Mandil kepada The Guardian.

Media internasional juga menyoroti insiden penemuan narkotik ini. The Guardian melaporkan bahwa distribusi bantuan melalui GHF menimbulkan “kekacauan,” dan mengutip warga yang menyampaikan kekhawatiran terkait program bantuan kemanusiaan abal-abai, dari AS–’Israel’.

Kritik keras datang dari kelompok HAM internasional. Amnesty International dan Human Rights Watch menyebut penggunaan kekerasan terhadap warga yang menunggu bantuan serta potensi pencampuran obat-obatan psikotropika sebagai pelanggaran hukum humaniter dan mungkin kejahatan perang.

PBB dan UNRWA menyerukan agar distribusi bantuan dialihkan ke badan independen tanpa kendali langsung militer.

Dukungan finansial terhadap GHF juga mendapat sorotan. Pada 27 Juni, Pemerintah AS mengesahkan tambahan dana senilai US$ 30 juta untuk GHF, meskipun badan ini ditolak lembaga kemanusiaan dan PBB.

Juru bicara Departemen Luar Negeri, Tommy Pigott, menyebut dukungan ini sebagai upaya “menyusun perdamaian”. Namun, Philippe Lazzarini, Kepala Komisioner UNRWA, menggambarkan program ini sebagai “mengerikan” karena dianggap menyebabkan kematian massal di front distribusi.

Sementara itu, media penjajah, Haaretz, mengungkap bahwa beberapa tentara IDF menerima perintah menembak warga tak bersenjata yang mendekat ke pusat distribusi bantuan sebelum dan setelah waktu operasi, menyebutnya sebagai “lahan pembunuhan”.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika Serikatbantuan kemanusiaangazaGaza Humanitarian FoundationGHFHeadlineisraelOxycodonepil narkotikatepungYayasan Kemanusiaan Gaza
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pembunuhan Ritual Pria Bertato Ibrani Guncang Gereja di AS
Tulisan selanjutnya Siapa Gaza Humanitarian Foundation (GHF) dan Skandal Obat Narkotik dalam Bantuan?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Berita
30 Mei 2026 13:38
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Palestina Terkini

Serangan Baru ‘Israel” Menunjukkan Penjajah Tak Peduli “Dewan Perdamaian”

1 Februari 2026 18:43
Palestina Terkini

Dosen Fakultas Ushuluddin Ungkap Kesaksian Akademik tentang Abu Ubaidah 

3 Januari 2026 19:52
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?