Hidayatullah.com–Muhammadiyah Kabupaten Bogor mendorong masyarakat memiliki kualitas keimanan Islam yang kuat. Salah satunya, terus memiliki sensitivitas terhadap aliran-aliran menyimpang dari ajaran Islam yang kerap kali bermunculan di Bogor.
Pernyataan ini disampaikan Ketua Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kabupaten Bogor, Naufal Ramadian dalam Rapat Kerja Pimpinan dan Unsur Pembantu Pimpinan Muhammadiyah Kabupaten Bogor, di vila Benteng, kawasan Gunung Salak Endah, Bogor, Jumat (05/05/2016).
“Tantangan dakwah semakin berat dan beragam, termasuk soal aliran sesat,” ujar Naufal sebagaimana dikutip laman resmi Muhammadiyah.
Seperti diketahui, di kawasan Gunung Salak Endah, juga pernah muncul seorang Nabi palsu, yakni Ahmad Mushadeq yang menamakan alirannya Al-Qiyadah Al-Islamiyah. Mushadeq mengaku dirinya mendapat wahyu dari Allah dan mengaku sebagai Rasul menggantikan posisi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassallam.
“Mudah-mudahan kami bisa memberikan pencerahan kepada masyarakat sehingga dapat meminimalisir penyelewengan terhadap agama Islam yang sudah sempurna,” tutup Naufal.*