Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 2 Juni 2026 22:49 10:49 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 3 Juni 2026 05:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Roman Gofman, calon yang didukung Benjamin Netanyahu untuk memimpin Mossad, mulai menjabat pada Selasa. Pria yang menggantikan David Barnea itu dikenal karena mendukung penjajahan Jalur Gaza.

Daftar isi
  • Profil Roman Gofman, Kepala Mossad baru ‘Israel’
  • Pandangan tentang Palestina, Genosida Gaza, dan Iran
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Netanyahu pertama kali mengumumkan niatnya untuk menunjuk Gofman ke posisi penting itu pada bulan Desember. Niat itu lantas direstui Komite Penasihat Penunjukan Senior hingga akhirnya Gofman dilantik pada April lalu.

Gofman, 49 tahun, lahir di Belarus dan berimigrasi ke Palestina yang diduduki ‘Israel’ pada usia 14 tahun. Ia menghabiskan lebih dari tiga dekade di Korps Lapis Baja militer ‘Israel’, memegang berbagai posisi komando.

Profil Roman Gofman, Kepala Mossad baru ‘Israel’

Gofman menjabat sebagai ajudan militer utama Netanyahu, dan terlibat dalam semua keputusan strategis dan operasional penting di kawasan selama dua tahun terakhir, termasuk di Iran, Lebanon, Gaza, dan Suriah.

Penunjukan Gofman oleh Netanyahu bukanlah kejutan bagi banyak orang dalam, menurut sumber keamanan yang sebelumnya mengatakan kepada Walla.

Baca Juga

Keadilan dan Kemanusiaan di Balik Jeruji Besi
Maulid Nabi dan Kritik Agus Salim: Mengapa Kita Tertinggal dari Barat?
Muhammadiyah dan Maulid Sekaten: Ketika Dakwah Kultural Masuk ke Jantung Keraton
Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
Transformasi Ekonomi Pesisir Berbasis Syariah: Dari Diversifikasi Olahan Bandeng hingga Hilirisasi Produk melalui Marketplace

Netanyahu mengumumkan niatnya untuk menunjuk Gofman ke Mossad pada bulan Desember, memilihnya di antara kandidat lain dari dalam badan intelijen tersebut. Meskipun bukan hal yang tidak pernah terjadi di Israel, memilih seorang kepala intelijen dari militer, bukan dari jajaran badan intelijen itu sendiri, adalah hal yang tidak biasa.

Ketika Netanyahu menunjuk Gofman, ia memujinya sebagai “perwira yang luar biasa, berani, dan kreatif yang menunjukkan pemikiran di luar kotak dan kecerdasan yang mengesankan sepanjang perang.”

Analis pertahanan veteran Amir Oren mengatakan kepada CNN bahwa Gofman memiliki sedikit atau bahkan tidak memiliki pengalaman dalam keterampilan khusus yang dibutuhkan di Mossad, termasuk pengumpulan intelijen, operasi khusus, dan menjalin hubungan dengan badan intelijen lainnya. Oren menggambarkan keterampilan ini sebagai keterampilan “yang harus dikuasai selama bertahun-tahun dan mungkin puluhan tahun sebelum berani memimpin orang lain.”

Sebaliknya, Oren mengatakan bahwa Gofman, yang tidak dikenal sebagai penutur bahasa Inggris, dipilih karena loyalitasnya kepada Netanyahu.

“Ada penilaian bulat dari para profesional militer dan keamanan yang masih aktif maupun yang sudah berpengalaman bahwa penunjukan ini tidak dimaksudkan untuk menguntungkan keamanan Israel, melainkan untuk membantu Netanyahu secara pribadi dan politik,” kata Oren.

Namun, proses penunjukan Gofman tertunda selama berbulan-bulan karena tuduhan pelanggaran.

Ia terlibat dalam penggunaan seorang selebgram ‘Israel’ berusia 17 tahun dalam operasi intelijen pada tahun 2022. Gofman dilaporkan telah menginstruksikan intelijen militer untuk memberikan informasi sensitif kepada remaja Ori Elmakayes untuk dipublikasikan di media sosial sebagai bagian dari operasi melawan Iran, Hizbullah, dan Hamas.

Remaja itu kemudian ditahan oleh dinas keamanan untuk jangka waktu yang lama dan dituduh menerbitkan materi rahasia, hingga dakwaan tersebut dibatalkan setelah terungkap bahwa aktivitasnya telah diizinkan.

The Times of Israel mengutip pernyataan Goffman yang mengatakan bahwa ia tidak mengetahui usia orang tersebut pada saat itu, dan bahwa ia hanya memerintahkan agar orang tersebut diberi informasi yang tidak rahasia.

Remaja tersebut, yang kini berusia 21 tahun, telah menjadi salah satu pengkritik paling vokal Gofman dan telah mengajukan banding ke Mahkamah Agung terhadap pengangkatannya.

Asher Grunis, yang menentang pengangkatan tersebut, mengatakan: “Penggunaan warga sipil Israel di bawah umur merupakan kekurangan yang sangat serius dan menimbulkan kekhawatiran moral-etis. Ini sama dengan pelanggaran integritas”.

Kepala Mossad yang akan segera meninggalkan jabatannya, Barnea, juga keberatan dengan pengangkatan tersebut, menggambarkan tindakan Gofman dalam kasus Elmakayes sebagai tindakan “seseorang yang menyalahgunakan kekuasaannya”.

Sebagai seorang perwira muda, Gofman mengikuti kelas Torah di yeshiva pra-militer Bnei David di pemukiman ilegal Eli di Tepi Barat yang diduduki. Lembaga tersebut dikenal karena pandangan sayap kanannya, termasuk dukungan untuk supremasi Yahudi.

“Di sanalah saya belajar apa arti ‘keabadian Israel’,” kata Gofman dalam sebuah buku berjudul Lebih Yahudi dari Anda.

Surat kabar Ma’ariv melaporkan bahwa Netanyahu menaruh kepercayaan penuh pada Gofman, memberinya tanggung jawab yang luas. Ditambahkan bahwa Gofman, yang berbicara bahasa Rusia, telah melakukan beberapa kunjungan rahasia ke Rusia, karena Netanyahu berupaya mempertahankan hubungan dekat dengan Presiden Vladimir Putin.

Ma’ariv juga mengatakan Gofman memainkan peran penting dalam komunikasi antara ‘Israel’ dan Suriah pada bulan Januari.

“Gofman adalah loyalis Netanyahu, sekretaris militernya. Ketika Netanyahu memutuskan penunjukan tersebut, ia memilih untuk menekankan loyalitas dan kebijaksanaannya. Ini membawa potensi ledakan politik yang signifikan,” kata Amos Harel, komentator urusan militer di Haaretz, kepada radio 103FM.

Media lain dan mantan pejabat keamanan ‘Israel’ telah menyuarakan kekhawatiran serupa, dengan alasan bahwa penunjukan Gofman merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk menempatkan loyalis di dalam lembaga keamanan, menyusul penunjukan kepala Shin Bet, David Zini, oleh Netanyahu.

“Keputusan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk menunjuk sekretaris militernya, Mayor Jenderal Roman Gofman, sebagai kepala Mossad adalah kelanjutan dari politisasi dan pengambilalihan komunitas intelijen dan lembaga keamanan,” kata Yossi Melman, seorang komentator urusan militer, pada bulan Desember.

Melman memperingatkan bahwa jika Mahkamah Agung menyetujui penunjukan tersebut, “Netanyahu akan dapat menandai benteng lain yang telah ia rebut”.

Mantan kepala militer dan anggota parlemen oposisi Gadi Eisenkot mengatakan posisi-posisi senior diberikan sebagai imbalan atas loyalitas dan keselarasan dengan agenda perdana menteri.

Rami Eigra, mantan pejabat senior Mossad, menggambarkan penunjukan tersebut sebagai “bermotif politik”, memperingatkan bahwa hal itu dapat menyebabkan berkurangnya keberhasilan operasional dan potensi kegagalan.

Menurut Haaretz, Elmakayes dan beberapa LSM Israel diperkirakan akan mengajukan petisi ke Mahkamah Agung untuk memblokir penunjukan tersebut.

Pandangan tentang Palestina, Genosida Gaza, dan Iran

Selama genosida di Gaza, Gofman, yang tinggal di kota Ashdod di selatan, menyusun rencana yang menganjurkan pendudukan seluruh Jalur Gaza dan merekomendasikan agar ‘Israel’ mempertahankan kendali setelah perang.

Tak lama kemudian, Netanyahu menunjuknya sebagai sekretaris militernya pada April 2024.

Gofman sebelumnya mengkritik “penghindaran pengerahan pasukan darat” oleh militer, dengan mengatakan: “Kita memiliki banyak hal untuk ditawarkan di Jalur Gaza, di Lebanon, dan di Suriah, di mana pun diperlukan.”

Pada bulan Februari, ia berbicara di sebuah acara untuk memperingati Orde Wingate, seorang perwira Inggris yang bertugas di Palestina di bawah Mandat Inggris, menurut Israel Hayom.

Gofman memuji Wingate, seorang Zionis Kristen yang dikenal karena memulai taktik militer brutal dengan pasukan Zionis melawan Palestina.

“Kemenangan yang menentukan adalah kemauan dan kemampuan untuk mengubah situasi secara fundamental,” kata Gofman. “Dulu kita percaya ada pihak yang tidak dapat dikalahkan, bahwa kita tidak memiliki kekuatan untuk mengubah realitas secara fundamental. Itulah tepatnya yang telah kita lakukan selama dua tahun terakhir. Realitas sedang berubah.”

Pada tahun 2019, selama studi pendidikan tingginya, Gofman menyarankan agar ‘Israel’ menjual hulu ledak nuklir ke Mesir, Arab Saudi, dan Turki sebagai cara untuk melawan program nuklir Iran, menurut Ynet.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:intelijenisraelMossadPilihan Redaksiprofil
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Tulisan selanjutnya Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Berita
15 Oktober 2026 16:32
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli
Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
PBB Catat Kenaikan Angka Kemiskinan Dunia, 1 Miliar Orang Terdampak

Terbaru

  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
  • Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli
  • Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad
  • Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang
  • Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi

7 Agustus 2026 17:00
Ghazwul Fikr

SPI: Membenturkan Islam dengan Budaya Nusantara itu Absurd!

6 Agustus 2026 12:51
Opini

Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?

5 Agustus 2026 19:00
Artikel

Membangun Integritas di Tengah Budaya Manipulasi

2 Agustus 2026 19:33
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?