Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Bocah 1 Tahun Terterjang Aparat dan Terinjak Saat Penggusuran Kampung Aquarium

Ahmad
Terakhir diupdate: 10 Mei 2016 22:43 10:43 pm
Ahmad
Dipublikasikan 10 Mei 2016 22:43
Bagikan
Di antara warga Jakarta Utara korban penggusuran oleh Pemprov DKI saat bersilaturahim dengan MUI Pusat. (Kiri ke kanan:) Catur, Ici, dan Upi
Bagikan

Hidayatullah.com– Penggusuran kampung Aquarium, Penjaringan, Jakarta Utara, beberapa waktu lalu, menyisakan cerita cukup memilukan para korban tergusur. Misalnya, kisah seorang bocah berusia 1 tahun yang terkena dampak tindakan aparat penggusur.

Bocah tersebut adalah cucu dari Ici, salah seorang warga Aquarium yang rumahnya telah digusur Pemprov DKI Jakarta. Demikian terungkap dalam acara silaturahim Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat dengan para korban penggusuran di kawasan Pasar Ikan, Penjaringan, Selasa (10/05/2016).

Pertemuan itu digelar oleh MUI guna berdialog dan melihat langsung kondisi warga yang masih bertahan di tenda pengungsian. [Baca: Akan Advokasi Warga, Ketum MUI: Luar Batang Tak Boleh Digusur]

Pada acara yang berlangsung di salah satu tenda beralaskan puing-puing bangunan, para warga menyampaikan keluhannya. Yaitu terkait perlakuan Pemprov DKI saat melakukan penggusuran, serta dampak yang mereka alami saat ini.

Ici bercerita, ketika proses penggusuran kawasan tempat tinggalnya berlangsung, terjadi penolakan oleh warga yang berujung kericuhan dengan aparat.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Kami bawa anak kecil keterjang petugas-petugas. Sakitnya hati kami, perihnya hati kami, dimana hati bapak (aparat. Red). Ya Allah, ya Rasulullah, tolong kami! Anak kami, cucu kami, 1 tahun, kebanting, keinjak orang,” tutur Ici dengan suara bergetar menahan tangis.

“Alhamdulillah, (sang cucu) masih bisa diselamatkan walaupun harus diurus sendiri tanpa bantuan tenaga medis,” lanjut wanita berjilbab ini.

Setelah rumahnya tergusur, Ici mengeluhkan kondisinya yang hidup di tenda-tenda pengungsian yang berada di atas sisa-sisa puing bangunan.

“Kami orang miskin ini teraniaya, hidup di puing reruntuhan. Tolong hargai kami, kami bukan warga liar, kami memiliki KTP, KK, bayar PBB (Pajak Bumi dan Bangunan). Kenapa kami diusir layaknya binatang?” ungkapnya, yang dalam pengamatan hidayatullah.com, begitu emosional.

Warga Merasa Dibohongi Pemprov

Begitu pun dengan Catur, warga kampung Aquarium lainnya. Pria ini merasa keberatan dengan kebijakan rumah susun yang ditawarkan Pemprov DKI. Ia menganggap kebijakan itu justru membuat warga lebih susah.

“Seolah memberikan ganti atas rumah yang digusur, tetapi sebetulnya memiskinkan warga. Karena kita harus bayar. Udah gitu lokasinya (rusun) jauh dari pantai, padahal sebagian besar warga di sini nelayan dan hidup dari laut. Cari uang dari mana kalau jauh dari pantai?” tuturnya. [Baca: Melawan Penggusuran dengan Spanduk]

Sementara Upi Yunita, warga lainnya, menyebut pemerintah telah melakukan kebohongan demi memuluskan proses penggusuran. Upi mengungkap, beberapa hari sebelum terbit Surat Peringatan (SP) 1, ada pihak kelurahan yang mendatangi rumah warga dengan alasan melakukan pendataan.

“Mereka meminta KTP dan KK warga dengan alasan pendataan. Tetapi yang terjadi selang dua hari kemudian, datanglah SP1 dan meminta (warga) untuk segera mengosongkan rumah, karena kawasan itu akan dibuat ruang terbuka, jalan, dan plaza oleh Pemprov DKI,” ungkapnya.

Setelah keluarnya SP 1, kata Upi, ia dan 40 warga lainnya mendatangi pihak Kecamatan Penjaringan untuk meminta agar penggusuran itu ditangguhkan.

“Kami belum bahas soal ganti rugi, hanya minta ditangguhkan sementara. Karena, masalahnya mendekati anak-anak ujian sekolah dan juga bulan puasa,” ujarnya dengan suara berat.

Ia menjelaskan, saat itu Camat setuju untuk menangguhkan. Camat pun berjanji hanya akan menggusur rumah yang berada 8 meter dari tanggul darat dan tanggul pinggir utara di kampung Aquarium.

“Tapi pada kenyataannya, Pak Camat telah berbohong dan mengatakan bahwa rumah susun sudah siap,” pungkas Upi. Lalu terjadilah penggusuran itu. [Baca: “Manusia Perahu” di Jakarta]*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:DKI JakartaKampung Luar BatangKemanusiaanKH. Ma'ruf AminMUIpenggusuransejarahWarga
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ali al-Ammari: Syiah-Yahudi Berperan Atas Konflik di Timur Tengah
Tulisan selanjutnya Rayakan Kelulusan Tanpa Corat-coret, Siswi Naik Jembatan Gantung di Hutan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

STAI Al Bayan Gelar Wisuda Angkatan II, Ketum DPP Hidayatullah Pesankan Alumni Kuatkan Takwa Hadapi Tantangan Zaman

Berita
27 Agustus 2026 10:14
Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa
‘Israel’ Persenjatai Geng Kriminal untuk Rampok dan Usir Warga Palestina di Gaza

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?