Hidayatullah.com–Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengadakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang berlangsung hari Kamis (12/05) sampai Jumat (13/05/2016).
“Hasil Muktamar di Makassar menetapkan gerakan ekonomi dan kewirausahaan sebagai pilar ketiga dakwah Muhammadiyah. Pendidikan dan kesehatan sudah maju dan berkembang perannya, tetapi dalam hal ekonomi masih tertinggal sehingga menjadi tantangan bagi Majelis Ekonomi dan Kewirasusahaan,” demikian disampaikan Ir. Muhammad Nadjikh, Ketua MEK PP Muhammadiyah dalam sambutan pembukaan Rakernas MEK.
Acara dipusatkan di Kampus Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Jalan Lingkar Selatan Kasihan, Bantul, Yogyakarta.
Rakernas ini dinilai sebagai forum tertinggi MEK PP Muhammadiyah yang akan merumuskan grand desain gerakan ekonomi Muhammadiyah kedepan.
Seperti diketahui, Muhammadiyah pada Muktamar ke-47 tahun 2015 lalu di Makassar menetapkan bahwa bidang Ekonomi menjadi pilar ketiga gerakan dakwah Muhammadiyah, setelah sukses di bidang pendidikan dan kesehatan.
Rakernas dibuka oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. H.Yunahar Ilyas, Lc, M.A. Hadir juga Ketua PP Muhammadiyah Dr.H.Anwar Abbas.
Peserta rakernas terdiri dari seluruh pengurus MEK PP Muhammadiyah dan utusan MEK Pimpinan Wilayah Muhammadiyah se-Indonesia. Total peserta sekitar 150 orang. Peserta diinapkan di hotel The Sahid Rich Yogya Jl. Magelang KM 6 No.18.
Agenda utama Rakernas ini adalah merumuskan rencara strategis (renstra) dan program kegiatan MEK PP Muhammadiyah untuk periode 2015-2020. Kemudian juga melakukan konsolidasi internal, menggali potensi ekonomi di tiap Pimpinan Wilayah Muhammadiyah se-Indonesia.
Yang tak kalah penting juga adalah juga menetapkan beberapa program prioritas, diantaranya; pembangunan Muhammadiyah Tower, Pasar Muhammadiyah, e-commerce, Muhammadiyah Plantation, Kampung Industri Muhammadiyah dan lain-lain.
Usai acara pembukaan berlangsung diskusi bisnis dengan narasumber Dr. Anwar Abbas (Ketua PP Muhammadiyah yang juga sekjen MUI Pusat), Muchdi PR (Dewan Pakar MEK PP Muhammadiyah) dan juga Ir. M. Najikh (Ketua MEK PP Muhammadiyah yang juga CEO KML Group).
Agenda lainya yang tak kalah penting adalah merumus format organisasi Jaringan Saudagar Muhammadiyah (JSM).
JSM merupakan kumpulan para saudagar Muhammadiyah dari seluruh Indonesia, bahkan manca negara. Di JSM berhimpun para saudagar lintas bidang usaha seperti: agribisnis, perkebunan, perikanan, kuliner, pangan olahan, industri kreatif, perdagangan, modern market dan lain-lain. Kemudian juga akan dirumusakan Pedoman Amal Usaha Ekonomi Muhammadiyah, yang nantinya akan menjadi panduan dalam mendirikan badan-badan usaha milik persyarikatan Muhammadiyah di setiap level kepemimpinan.*