Hidayatullah.com–Mulai 26 Februari hingga 1 Maret 2013 depan, Indonesia akan menjadi menyelenggarakan acara Konferensi Pemimpin Agama Muslim-Kristen Asia (The Conference of Muslim-Christians Religious Leaders of Asia) di Jakarta.
Sekretaris Jenderal International Conference of Islamic Scolars (ICIS) KH Hasyim Muzadi dalam pernyataan pers nya di Kantor ICIS Jakarta mengatakan, acara ini akan dihadiri 152 pemimpin agama dari 20 negara.
Dalam keterangannya Selasa siang, Hasyim yang didampingi Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia Pdt. Gomar Gultom, Sekretaris Eksekutif Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Antonius Benny Susetyo mengatakan konferensi bertema “Bringing A Common Word to Common Action for Justice” tersebut digelar atas inisiatif ICIS bekerja sama dengan KWI dan Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) serta didukung oleh Federation of Asian Bhisop Conference (FABC) dan Christian Conference of Asia (CCA).
“Forum ini diharapkan dapat meningkatkan relasi personal para tokoh Muslim dan Kristen sehingga masing-masing dapat terbuka melakukan aksi-aksi bersama untuk menuntaskan persoalan keadilan dan konflik ekonomi sosial,” kata Sekjen ICIS Hasyim Muzadi dikutip Antara, Selasa (19/02/2013).
Menurut Hasyim, konferensi pemimpin agama Muslim-Kristen Asia juga akan dimanfaatkan untuk menjelaskan secara proporsional tentang toleransi beragama di Indonesia, mengingat masih ada pihak yang menganggap Indonesia intoleran.
“Memang ada kasus intoleran, tapi bukan pemikiran intoleran. Ini akan kami jelaskan,” kata Hasyim.
Menurut Hasyim, pemicu berbagai kasus intoleran di Indonesia bukan fanatisme agama, melainkan faktor-faktor lain, seperti faktor sosial, politik, dan ekonomi.
Ketua Panitia Konferensi Nashihin Hasan menyebutkan bahwa konferensi akan diikuti 150 peserta dari 15 negara dan dibuka oleh Menteri Agama Suryadharma Ali.
Sejumlah pemimpin Katolik Asia yang dimotori oleh Ketua FABC Mgr Fernando Capalla dan Pastor Ray O’ Toole lalu berinisiatif untuk menyelenggarakan forum internasional tersebut.
Selain itu, akan tampil pula pembicara kunci, seperti Ali Asghar Engineer dari India. Penulis asal India ini dikenal sebagai pemikir liberal yang bukunya banyak diterbitkan di Indonesia. Salah satu bukunya yang pernah dicetak versi Indonesia adalah ‘Islam dan Teologi Pembebasan.’
Sejumlah pembicara lainnya, antara lain, Arbishop Ferdinand Capalla (Filipina), Arbishop Felix Macado (Hong Kong), Hasyim Muzadi, Din Syamsuddin, Komaruddin Hidayat, Azyumardi Azra.
Mantan Wapres RI Jusuf Kalla juga dijadwalkan menyajikan pengalamannya dalam resolusi konflik di berbagai kawasan, dalam konferensi tersebut. Sementara itu, Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan pentingnya mengangkat topik-topik yang menjadi persoalan keumatan di Asia.*