Hidayatullah.com– Bulan Ramadhan 1437 H tinggal sepekan lebih lagi. Pimpinan Umum Hidayatullah, Ustadz Abdurrahman Muhammad, menyerukan umat Islam untuk menyambutnya dengan semarak ibadah.
“Kita semarakkan kegiatan di tempat ini dalam menyambut Ramadhan. Semoga dengan ini, bisa ada perubahan-perubahan (lebih baik). Kita perlu untuk terus menata iman ini,” ujarnya dalam acara Rakernas Pengaderan DPP Hidayatullah di Gunung Tembak, Balikpapan Kalimantan Timur, beberapa waktu lalu.
Salah satu mujahadah dalam menata iman adalah dengan terus membersamai al-Qur’an. “Termasuk dalam membacanya. Perlu belajar tajwid, tahsin,” ujarnya di depan sekitar 72 murabbi (pembimbing) dai dari berbagai daerah se-Indonesia.
“Perlunya kita tadabbur al-Qur’an. Bukan sekadar belajar atau memahaminya, tapi melaksanakannya,” sambungnya.
Ia mengatakan, “Kita ini diatur oleh Allah. Termasuk iman kita, semua itu kita serahkan kepada Allah. Tidak ada yang rugi jika berhubungan dengan iman, semua bersemangat jika berbicara iman.”
Mahalnya Ketaatan pada Islam
Selain itu, Abdurahman juga menyinggung soal ketaatan dan prosesnya untuk menjadi kader Islam yang loyal.
“Seorang kader itu harus tahan banting, ia harus siap dalam menghadapi tantangan. Untuk tahan banting, kader harus punya persiapan. Pelatihan ini bagian dari persiapan itu. Semua tantangan itu harus kita persiapkan diri untuk menghadapinya,” ujarnya dalam acara yang dirangkai dengan pelatihan murabbi itu.
Sang ustadz pun bercerita, suatu saat ada seorang anak muda mau mendaftar pernikahan mubarak yang biasa digelar ormas itu di Gunung Tembak. “Dia datang minta untuk diikutkan, tapi maharnya mahal. Karena maharnya adalah ketaatan. Jadi tinggal di pondok itu mahal,” ungkapnya.
“Dia kemudian berpikir untuk lanjut, coba-coba tinggal satu-dua tahun di pondok, ternyata tidak tahan. Baru sekadar persiapan nikah, sudah berat untuk dilalui. Akhirnya dia keluar,” lanjutnya.
Di antara ciri khas kehidupan pondok adalah berjamaah, yang terasa nikmat jika saling mengingatkan dengan tadabbur al-Qur’an. Enak memimpin, enak dipimpin, paparnya.
Rakernas pada Rabu-Jumat, 11-13 Sya’ban 1437 (18-20/05/2016) tersebut mengusung tema “Penguatan Halaqah sebagai Tarbiyah dan Kepemimpinan”.*/ Sarmadani