Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Eks Gafatar: Semua Agama Ada di Gafatar

Ahmad
Terakhir diupdate: 9 Juni 2016 14:47 2:47 pm
Ahmad
Dipublikasikan 9 Juni 2016 14:47
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Salah seorang eks Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) bernama Ida Zubaidah bercerita, dirinya sebagaimana yang diserukan kelompoknya, meyakini bahwa kedepan akan terjadi kekacauan di Indonesia. Kekacauan itu, kata dia, adalah fenomena kelaparan dan pertanian gagal.

“Makanya kita diharuskan menanam di RPM (Rumah Pangan Mandiri), agar kita bisa hidup,” ujarnya kepada hidayatullah.com di Kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Rabu (08/06/2016).

Ida menjelaskan, walaupun banyak anggota eks Gafatar yang sebelumnya hidup mapan dan berkecukupan. Mereka tetap rela menjual dan memberikan aset mereka untuk organisasi dan memilih ikut eksodus ke Kalimantan untuk membuka lahan pertanian.

“Kita berkorban harta jiwa kita untuk negara. Kita jangan mikirin diri sendiri, kamu sudah kaya? mau tidak berkorban untuk negara kamu, disaat nanti negara kepepet nggak punya apa-apa, kita sudah punya lahan, punya lumbung padi,” ungkapnya.

“Makanya kami berbondong-bondong ke Kalimantan karena disana harga tanah murah, kalau di Jawa kan tidak cukup,” tambah wanita 50 tahun ini.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Ditanya soal ajaran dan kepercayaan di Gafatar, Ida mengaku tidak banyak tahu. Menurutnya, Gafatar tidak pernah memaksakan keyakinan tertentu.

“Itu tergantung kepercayaan masing-masing ya, kalaupun tadi saya ngomong “Puji Tuhan” ya karena kebetulan di kita juga ada yang Kristen, saya boleh dong bicara dengan orang Kristen, ada orang Budha dan lainnya. Kalau disini di Gafatar tidak membedakan agama, sama semua,” jelasnya.

Ibu rumah tangga yang dulunya tinggal di Perumahan Villa Asia, Bogor, ini juga merasa Ahmad Musadeq tidak melencengkan ajaran Islam seperti yang diberitakan.

“Beliau di Gafatar itu cuma undangan religius, itupun sesekali saja. Hanya memberikan ya begitulah, tidak ada pemaksaan kesana-kesini enggak. Yang Islam ya Islam, yang Kristen ya Kristen ayo kumpul jadi satu,” papar Ida.

Ia menambahkan, hanya pernah sekali bertemu atau hadir di acara Ahmad Musadeq. Kata dia, Musadeq hanya mengatakan harus kembali ke Pancasila dan saling tolong-menolong.

Sementara itu, Sekretaris Komisi Pengkajian dan Penelitian MUI, Rida H.R Salamah mengatakan, dalam fatwa MUI nomor 6 tahun 2016 dijelaskan, bahwa pengikut Gafatar terbagi menjadi beberapa tahapan. Seperti Simpatisan, Anggota, Pengurus dan Pengemban.

“Kita mungkin bisa membina para simpatisan, karena simpatisan itu hanya ingin melakukan kebaikan aktivitas sosial yang memang bagus. Seperti bercocok tanam, pengobatan gratis, pemeriksaan kesehatan, donor darah, kebersihan lingkungan, itu adalah yang oleh simpatisan dianggap kebaikan dan harus didukung,” ujarnya saat ditemui Hidayatullah.com seusai menjadi saksi ahli agama Islam untuk kasus Gafatar di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Kemudian, sambung Rida, jika ada simpatisan yang loyal maka akan diangkat menjadi pengurus. Barulah disitu, terangnya, syahadat berlaku (syahadat versi Gafatar). Setelah pemberlakukan syahadat, lalu pengorbanan yang semaksimal mungkin untuk organisasi, seperti diminta mengisi kesediaan mengorbankan harta benda, baik harta bergerak maupun tidak bergerak.

“Jadi kalau seorang simpatisan yang ditanya mereka tidak pernah tahu kesesatannya, mereka hanya melihat ini organisasi sosial kemasyarakatan, tidak ada yang perlu diwaspadai. Tapi begitu masuk ke jenjang berikutnya sampai pengurus, mereka harus mengemban suatu ideologi,” pungkasnya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:GafatarGerakan Fajar Nusantara
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kapan Shalat Tarawih Selesai?
Tulisan selanjutnya Bank Muamalat-DPP Hidayatullah Teken MoU Kerja Sama Strategis

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Berita
31 Mei 2026 04:41
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?