Hidayatullah.com– Indonesia saat ini sedang mengalami krisis nasional, sehingga sudah jauh bergeser dari khittah para pendiri negeri ini. Sementara dalam Islam telah diterangkan, tatkala suatu urusan diberikan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggu kehancurannya.
Demikian pandangan sekelompok mahasiswa Muslim menyikapi kondisi kebangsaan saat ini. Berangkat dari persoalan itu pula, mereka merasa memiliki kewajiban tanggung jawab sosial serta moral, untuk kembali menegaskan serta menajamkannya, terlibat memberikan solusi kongkret atas problem itu.
“Maka kami segenap mahasiswa Muslim yang berkumpul di tempat ini mendeklarasikan lahirnya Forum Gerakan Mahasiswa Islam yang kami singkat dengan Formasalam,” demikian rilis diterima hidayatullah.com kemarin.
Baca: Kader Mahasiswa Muhammadiyah Ditangkap Polisi, Fokal IMM Desak Pembebasan
Selanjutnya, Formasalam menegaskan diri sebagai, pertama, gerakan organisasi yang bersifat independen yang tidak terafiliasi dengan gerakan serta kepentingan pragmatis apapun.
Kedua, mengader para mahasiswa/i menjadi agen perubahan (agent of change) yang religius dan berintegritas.
“Ketiga, lahirnya Formasalam adalah bagian dari ikhtiar gerakan kami untuk menjawab krisis kepemimpinan nasional,” sebutnya.
Selanjutnya, Formasalam menegaskan, akan berkontribusi dalam memperbaiki dekadensi moral yang mendera generasi bangsa.
Kemudian, lanjutnya, melahirkan kader mahasiswa yang memiliki intelektual serta idealisme tinggi, sehingga diharapkan mampu menjadi batu bata peradaban untuk menyongsong fajar kejayaan Islam yang segera dalam genggaman.
Terakhir, menjadi bagian tak terpisahkan dari rakyat dan akan tetap berikhtiar untuk memberikan yang terbaik bagi agama, bangsa, serta rakyat negeri ini.
Pendeklarasian itu berlangsung di Malang Raya, Jawa Timur, Sabtu, 28 Oktober 2017 bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda.*