Hidayatullah.com– Deputi Pengembangan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), M Asrorun Ni’am Sholeh, melihat banyak sekali anak muda yang kreatif dan inovatif kalah ruang publik dengan sedikit anak muda yang memiliki masalah sosial.
“Karenanya dukungan lembaga penyiaran menjadi sangat penting,” katanya menekankan di sela-sela acara Anugerah Syiar Ramadhan 2018 di Gedung Perpustakaan Nasional, Jakarta, baru-baru ini.
Berbeda dengan tahun lalu, Anugerah Syiar Ramadhan tahun ini juga didukung oleh Kemenpora. Mungkin ada yang bertanya, apa hubungannya Kemenpora dengan syiar Ramadhan?
Ni’am menjelaskan, kepentingan Kemenpora dalam Anugerah Syiar Ramadhan adalah untuk memberikan rekognisi kepada anak-anak muda yang memiliki kreativitas dan inovasi untuk dikabarkan kepada masyarakat.
“Agar anak-anak yang kreatif itu menjadi teladan secara lebih luas. Bahwa good news (berita bagus) is good news,” katanya.
Kemenpora sedang berusaha memperbanyak stimulasi bagi penyedia kanal-kanal kegiatan positif generasi muda.
“62 juta penduduk Indonesia berusia muda. Setara dengan 26 % populasi Indonesia. Mereka tunas-tunas bangsa yang perlu difasilitasi dengan berbagai ruang positif untuk kepentingan artikulasi hal-hal untuk pengembangan minat dan bakat,” ujar Ni’am .
Dalam Anugerah Syiar Ramadhan 2018, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) bersama MUI dan Kemenpora memberikan apresiasi kepada kaum muda dalam lima kategori.
Yakni grup musik/penyanyi muda inspiratif yang dimenangkan Nissa Gambus Sabyan; lalu presenter muda inspiratif disabet Gita Savitri Devi; aktor muda inspiratif disabet Alfie Alfandy; dan dai muda inspiratif disabet Ilyasa -Alyasa Wijaya atau yang akrab disapa Il-Al; dan program inspirasi pemuda Indonesia dimenangkan “Syiar Anak Negeri”.* Andi