Hidayatullah.com– Cendekiawan Muslim, Prof Din Syamsuddin, menyesalkan adanya persekusi, penghalangan, atau pengadangan aksi #2019GantiPresiden. Menurutnya tindakan itu bertentangan dengan konstitusi.
Din menilai sah bila ada kelompok masyarakat yang mengumukakan aspirasinya untuk mendukung pasangan calon presiden dan calon wakil presiden tertentu, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Baca: Persekusi #2019GantiPresiden, DPR akan Panggil Kapolri-Kepala BIN
Hal itu, kata dia, sesuai dengan konstitusi pasal 28 tentang kebebasan berserikat dan menyampaikan pendapat.
“Maka itu harus dimungkinkan dan tidak boleh dihalang-halangi,” tegasnya menjawab pertanyaan hidayatullah.com usai rapat pleno Wantim MUI, kemarin di lantai empat kantor pusat MUI, Jakarta.
Namun Din berpesan kepada kedua belah pihak yang memasang tagar ganti presiden atau tetap presiden agar tidak jor-joran dan mengumbar kebencian sesama. Sebab itu dapat merusak kerukunan bangsa.
Baca: Aburizal Bakrie Tolak Keras Cara Premanisme Terhadap #2019GantiPresiden
“Pemilu Pilpres adalah cara beradab untuk mengatasi ketakadaban atau kebiadaban. Jangan sampai cara itu kita tempuh dengan cara-cara yang tidak beradab,” pesannya.
Din menambahkan, aparat kepolisian dan pemerintah harus netral menyikapi #2019GantiPresiden.* Andi