Hidayatullah.com– Tokoh Muhammadiyah Amien Rais menyampaikan tausiyahnya dalam acara Milad Muhammadiyah 106 di Islamic Centre Surabaya, Jawa Timur, Selasa (20/11/2018).
Dalam penyampaiannya, tokoh Reformasi itu mengatakan bahwa ada lima hal utama yang harus dijaga.
Pertama, agama. Agama adalah kebutuhan utama manusia.
“Sesuai pesan Hadits kita berdoa agar Allah menguatkan agama kita, sebab agama adalah panduan yang akan menyelamatkan dan memuliakan hidup kita. Tidak ada kebutuhan paling utama yang harus menjadi milik kita yang harus kita jaga selain agama,” pesannya dalam rangkuman tausiyahnya diterima redaksi, Rabu (21/11/2018).
Kedua, harus menjaga manusia karena manusia adalah makhluk pilihan.
Ketiga, menjaga akal. Jelas Amien, harga manusia ditentukan akalnya.
“Karena itu Muhammadiyah menyelenggarakan pendidikan untuk mencerdaskan umat,” ujarnya.
Keempat, menjaga jiwa.
Dan kelima, menjaga kekayaan. “Termasuk kekayaan negeri ini,” imbuhnya.
Ia mengatakan, kelima hal ini tidak mungkin bisa dijaga bila tidak ada payung negara sebagai pemeliharanya.
“Muhammadiyah harus menyadari kekuasaan sebagai alat untuk menjaga kelima ketentuan syari tersebut. Kita tidak boleh netral dalam menentukan arah politik, terutama dalam menetapkan pemimpin.
Al-Quran sendiri menegaskan umat Islam tidak boleh dipimpin oleh orang yang tidak memiliki komitmen Islam.
Sebab Islamlah yang memiliki sistem nilai sempurna dan lengkap dalam rangka menyelamatkan kelima kewajiban syari tersebut,” ungkap Amien.
Ia mengatakan, “Kita harus menyiapkan pemimpin yang memenuhi syarat sebagai khalifah yang menegakkan keadilan. Keadilan politik, sosial, ekonomi, pendidikan, dan keadilan lainnya.
Keadilan sosial adalah salah satu prinsip Islam yang menjadi salah satu sila Pancasila. Semua kita harus peduli terhadap terpilihnya pimpinan negara melalui pilpres yang akan datang.”
Ia mengatakan, bangsa ini sekarang tidak memiliki kedaulatan ekonomi.
“17 mega proyek reklamasi itu adalah proyek siluman yang dalangi pengusaha aseng dalam rangka merampas ledaulatan negara. Kedua, megaproyek Meikarta. Ini adalah proyek dalam rangka merampas kedaulatan bangsa ini yang dilakukan oleh kekuatan dajjal aseng dan asing.
Kita bisa jadi kuli atau kacung di negeri sendiri. Ingat, 70% tanah di DKI ini sdh dikuasai aseng dan asing,” ungkapnya.
Ia mengaku menyampaikan hal ini wujud komitmennya sebagai anak bangsa yang selama ini telah mendapatkan kemuliaan dari Allah Subhanahu Wata’la baik sebagai Ketua Umum Muhammadiyah, Ketua MPR, maupun sebutan sebagai bapak Reformasi atau kemuliaan lainnya.
“Ini saya sampaikan sebagai rasa syukur. Tetapi, ingat kita masih harus terus meningkatkan semangat dan jihad dalam rangka memperjuangkan negara dan bangsa ini, khususnya umat Islam.
Mari kita semua mengamalkan puasa dan shalat malam, banyak bersedekah dan mengokohkan silaturahim agar Allah menganugerahkan kekuatan bagi umat Islam, memilih kepemimpinan sosial sesuai Islam di tahun 2019 ini.
Kita telah diingatkan Al-Qur’an Surat Al-Baqarah:120 agar waspada dengan gerakan Yahudi dan Nasrani yang menggunakan berbagai cara untuk menghancurkan umat Islam.
Jangan sampai kita kalah di pilpres yang akan datang. Bila kalah kita akan dikuasai oleh kolompok manusia ateis, sekuler, liberal yang kejam terhadap umat Islam,” ungkapnya.
Menurutnya, Pilpres 2019 adalah momentum paling menentukan bagi bangsa ini yang harus diperjuangkan habis-habisan, dengan Bismillah dan tawakkal kepada Allah.
“Semoga Allah mengabulkan doa dan perjuangan kita. Amin,” pungkasnya.*