Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Media Asing Sebut Ustadz Abu Batal Bebas karena Tekanan Australia

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 23 Januari 2019 15:06 3:06 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 23 Januari 2019 15:06
Bagikan
PM Morrison memperingatkan Presiden Jokowi (kanan) bahwa Australia akan protes pembebasan bersyarat Ustadz Abu Bakar Baasyir.
Bagikan

Hidayatullah.com– Ustadz Abubakar Ba’asyir (ABB) dipastikan batal dibebaskan oleh Presiden Joko Widodo setelah hingga Rabu (23/01/2019) ini belum ada kepastian pembebasannya.

Urungnya pembebasan Ustadz ABB mendapat pujian dari media Australia. Pemerintah Indonesia disebut mundur dari rencana semula setelah muncul keberatan dari Perdana Menteri Australia, Scott Morrison.

Menurut ABC News dilansir Indonesiainside.id, Presiden Jokowi yang berencana membebaskan Ustadz ABB dengan alasan kemanusiaan, yaitu usia tua dan kesehatannya yang lemah, akhirnya membatalkan setelah adanya keberatan dari dalam negeri dan juga tekanan dari pemerintah Australia.

“Setelah muncul reaksi keberatan dari Australia, pemerintah Indonesia mundur dari rencana semula. Bahkan kini Jokowi menyatakan ulama terpidana itu tidak akan dibebaskan kecuali dia memenuhi persyaratan hukum,” tulisnya, Rabu (23/01/2019).

Baca: Iim: Ustadz Abubakar Belum Diizinkan Pulang ke Solo

Aturan hukum menyebutkan, Ustadz ABB yang dipidana 15 tahun penjara harus menyatakan kesetiaan kepada negara. Atau, bisa bebas jika mengajukan permohonan grasi kepada Presiden, agar memenuhi syarat untuk dibebaskan. Namun semuanya diabaikan Ustadz ABB.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Jokowi juga disebut memiliki beban politik di tengah upayanya melanggengkan jabatan di periode kedua. Terlepas dari sejumlah survei yang mengunggulkannya, ia menghadapi oposisi dari partai-partai Islam yang selama ini berusaha menyerang dari sisi agama.

“Ketika Jokowi mengumumkan rencana pembebasan Baasyir, dia sebenarnya berharap menarik pemilih Muslim konservatif,” disebutkan demikian.

Baca: Pemerintah memastikan Batal Bebaskan Ustadz Abubakar?

Ustadz ABB sendiri telah menjalani sembilan tahun dari vonis 15 tahun, setelah dinyatakan bersalah karena dituduh terkait dalam pelatihan “kelompok teror” di Aceh.

Dalam usia 81 tahun, kondisi kesehatannya melemah dan sakit-sakitan. Keluarga Ustadz ABB menyatakan kondisi kesehatannya memerlukan perawatan di luar penjara.

“Beliau menderita osteoarthritis dan pembengkakan urat yang butuh perhatian medis yang tak tersedia dalam penjara,” kata Abdul Rochim Ba’asyir, putra Ustadz ABB.

Baca: Elektabilitas Jokowi bisa Anjlok Jika Batal Bebaskan Ustadz ABB

Seperti diketahui, Perdana Menteri Australia Scott Morrison, meminta Jokowi untuk membatalkan keputusan pembebasan Ustadz ABB. Dia meminta agar Indonesia menghargai para korban bom Bali 2002 dan mengancam melakukan protes jika Ustadz ABB dibebaskan sebelum waktunya.

“Saya jelas akan sangat kecewa soal itu, dan warga Australia lainnya juga sama,” katanya seperti dilansir New York Times.

Australia sebelumnya menuduh Jokowi hendak memanfaatkan pembebasan Ustadz ABB untuk keuntungan politiknya sendiri. Serupa dengan PM Australia Scott Morrison, yang dikritik keras karena bakal memindahkan Kedubes ke Yerusalem menjelang pemilu sela tahun lalu.

Indonesia saat itu memprotes keputusan PM Australia itu terburu-buru dan bermotivasi politik. Bedanya, PM Morrison saat itu ingin suara pemilih Yahudi, sedangkan Jokowi ingin mengeruk suara pemilih Muslim.

“Jokowi sepertinya melakukan hal yang dilakukan Morrison,” kata Ross Taylor, pengamat soal Indonesia.

Baca: TPM: Sudah Seharusnya Ustadz ABB Dibebaskan, Jangan Dipolitisasi

Ross menduga, Jokowi bakal mengabaikan protes Morrison atas rencana pembebasan Ustadz ABB. Sama seperti ketika Ustadz ABB tak rela dicampuri oleh Indonesia dalam isu Kedubes mereka.

“Tentu tak mengejutkan jika Jokowi mengabaikan kritikan PM Australia,” pungkasnya. Tapi ternyata tak seperti itu.

Diketahui selama ini tuduhan-tuduhan Ustadz ABB terkait bom bali tidak terbukti.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AustraliaJoko widodoNgrukiPM AustraliaPondok Pesantren Al Mukmin NgrukiScott MorrisonUstadz Abu Bakar BaasyirUstadz Abubakar Baasyir
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Komisi I DPR Minta Penundaan Rekam Biometrik Jamaah Haji-Umrah
Tulisan selanjutnya Thailand Janji Akhiri Penahanan Pengungsi Anak

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Berita
13 Juli 2026 18:00
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?