Hidayatullah.com — DALAM momentum menjelang milad AQL Islamic Center (1 Muharram 1442 H), ada statemen menarik yang disampaikan oleh Ustadz Masmu Lc., selaku tim internal AQL yang menjabat sebagai Pimpinan Tim Konten Ustadz Bachtiar Nasir, “Selama saya di lembaga ini, saya merasa semakin dekat dengan Al-Qur`an dan lebih dalam mempelajarinya. Yang tak kalah penting dari semua itu adalah saya bersyukur bisa berada di dalam lingkungan AQL ini sehingga mendapat kesempatan lebih besar untuk mendapat rahmat al-Qur`an.”
Bila dilihat dari sejarah lembaga dan pendirinya, memang semangat untuk menyebarkan rahmat Al-Qur`an sangat mendarah daging. Lembaga ini didirikan oleh KH. Bachtiar Nasir yang kiprahnya tidak diragukan lagi dalam sejarah dakwah Islam di Indonesia, utamanya dalam mendakwahkan tadabbur Al-Qur`an.
Ulama kelahiran Jakarta 26 Juni 1967 ini, sudah dua puluh tahun lebih menyebarkan dakwah tadabbur Al-Qur`an. Tak hanya itu, kiprahnya juga bisa dilihat dari berbagai segmen organisasi yang beliau ikuti. Beliau aktif sebagai Sekjen di MIUMI (Majelis Intelektual Ulama Muda Indonesia), menjadi Pemimpin Lembaga Tadabbur Al-Qur`an Indonesia, Pembina Yayasan Pusat Peradaban Islam, Ketua Alumni Universitas Islam Madinah se-Indonesia dan lain sebagainya. Bahkan, pernah mendapat kehormatan dari lembagai Amanatai Turki, atas kepedulian beliau kepada Palestina.
AQL Islamic Center didirikan pada tahun 2008. Dimulai dari Madrasah Sabilia kemudian meningkat lagi menjadi AQC Mega Mendung kemudian menggunakan waqaf pakai di Karang Asem sebagai markasnya lalu kemudian pindah di tempat sekarang yang berada di Tebet Utara 1, Jakarta Selatan. Al-Hamdullillah, atas izin Allah dan dukungan umat, gedung dan tanahnya bisa dibeli dan diwaqafkan sepenuhnya untuk umat.
Dalam AQL Islamic Center ada beberapa lembaga yang bernaung dibawahnya di antaranya: AQC (Ar-Rahman Qur`anic Colege)/Pesantren Tahfizh Al-Qur`an, Kokoh Keluarga Indonesia (KKI), Madrasah AL-Qur`an Sabilia, Konsultan Kewarisan Islam Ar-Rahman (Ar-Rahman Islamic Inheritance Consultant), AQL Islamic School, AQL Tanggap Bencana, Spirit of Aqsha (SoA), Safari Qur`ani (Safari-QU), AQL TV dan lain sebagainya.
Selama pandemi global, dakwahnya juga semakin meningkat intensitasnya. Kehadirannya semakin dirasakan oleh umat. Sepanjang pandemi, lahir program-program dakwah baru melalui studio AQL TV seperti: 3MQu, Global Muharram, KSP (Kuliah Semangat Pagi) yang berlangsung setiap hari. Isinya adalah dakwah tentang tadabbur Al-Qur`an. Sepanjang pandemic, selalu menanamkan optimisme pada umat dengan mengangkat tema besar “Rahmat Pandemi.”
Lebih dari itu, dalam momentum pandemi juga lahir ATQA (Akademi Tadabbur Al-Qur`an) sebagai sebuah wadah untuk membumikan tadabbur di Indonesia serta mencetak kader-kader yang bisa mengajar tadabbur Al-Qur`an. Darinya diharapkan AQL bisa menjadi episentrum tadabbur Al-Qur`in di Indonesia hingga dunia.
Pada milad yang ke-13 ini AQL Islamic Center mengangkat tema “Merdekalah Bersama Rahmat Pandemi yang akan diselenggarakan pada 9-10 Agustus 2021 (1 Muharram 14422 H). Semoga cita-cita AQL Islamic Center untuk menebarkan rahmat Al-Qur`an, memberantas buta huruf Al-Qur`an dan menyebarkan dakwah tadabbur ke berbagai pelosok negeri bisa tercapai. Yan tak kalah penting umat tetap optimis dan tak kehilangan harapan di tengah pandemi seperti saat ini.
Tulisan ini akan diakhiri dengan quote Ustadz Bachtiar Nasir yang pernah penulis dengar langsung dari beliau, “Jangan berikan yang sisa untuk Islam! Ya Allah! Matikan saja aku, ketika hidup ini sudah tidak digunakan untuk menebarkan rahmat Al-Qur`an.” Beliau benar-benar total untuk ini dan hidupnya benar-benar diwaqafkan untuk kepentingan umat. Semoga ke depan AQL tetap berjaya.*/Mahmud B Setiawan