Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

MUI “Sambut” Usulan Din Bentuk Partai Politik Islam Tunggal

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 28 Februari 2020 15:03 3:03 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 28 Februari 2020 15:03
Bagikan
Silaturahim tokoh-tokoh partai politik pada KUII VII di Kota Pangkal Pinang, Bangka Belitung, Kamis (27/02/2020) malam.
Bagikan

Hidayatullah.com– Salah satu agenda Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VII adalah silaturahim dan tukar pikiran dari berbagai partai-partai politik yang digelar pada Kamis malam (27/02/2020). MUI tampaknya “menyambut” usulan Ketua Wantim MUI Prof Din Syamsuddin mengenai partai politik Islam tunggal pada kongres tersebut.

Dalam di sela-sela KUII, Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Amirsyah Tambunan menyampaikan bahwa ada dua strategi politik umat Islam.

“Ada dua strategi, pertama strategi kelembagaan, kedua strategi orang per orang. Ketika Ketua Dewan Pertimbangan MUI mengusulkan bahwa sudah saatnya aspirasi umat Islam bisa mempertimbangkan satu partai Islam tunggal, saya kira perlu dipikirkan bersama-sama, sehingga kekuatan umat tidak terfragmentasi pada banyak partai,” ujar Amirsyah pada Jumat (28/02/2020) di Kota Pangkal Pinang, Bangka Belitung.

Dia mengatakan, yang dimaksudkan strategi perorangan, sejumlah orang atau masyarakat harus diberikan pengetahuan yang kuat agar memahami politik. Supaya pemahaman dan kapasitas politik mereka meningkat.

“Supaya mereka juga bisa memberi edukasi dan sosialisasi kepada sesama. Sehingga kekuatan politik umat bisa memperkuat atau melakukan kohesivitas sosial dalam rangka menggalang kekuatan politik. Supaya kekuatan aspirasi politik umat Islam bisa berkembang dengan baik dalam rangka penguatan politik umat dan bangsa secara keseluruhan,” ujarnya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Baca: Din Dorong Kongres Umat Islam Lahirkan Parpol Islam Tunggal

“Politik harus menjadi bagian dari umat dan bangsa ini, karena sekarang banyak kita saksikan politik yang bukan menyelesaikan persoalan, tapi justru menambah persoalan,” tambahnya.

Misalnya, lanjut Amirsyah, ketika pemilihan langsung atau pilpres yang masih bersifat prosedural dan belum memberikan solusi terhadap hal yang substansial. Padahal sudah saatnya politik yang bersifat prosedural dibawa ke politik yang sifatnya substansial.

“Jadi idealnya sistem politik yang prosedural dibawa ke sistem substansial, sehingga politik Indonesia ke depan lebih santun dan beradab. Jangan sampai politik hanya membuat beban biaya yang besar, bahkan membuat banyak limbah politik seperti praktik transaksional dan liberal,” jelasnya.

“Yang penting bagaimana substansi aspirasi politik ini tidak terfragmentasi sehingga ini menjadi sebuah kekuatan. Jangan sampai politik ini justru politik apa namanya, politik terpecah belah, kemudian menguasai itu yang kita tolak,”jelasnya lagi.

Amirsyah menyampaikan, di KUII perwakilan partai politik membicarakan langkah politik untuk melakukan perubahan ke arah lebih baik. Caranya, peraturan perundang-undangan harus mengawal wakil rakyat yang lebih mengedepankan kompetensi, profesional, dan integritas.

Baca: Wapres: Umat Islam Harus Rapatkan Barisan, MUI Menggerakkan Kepemimpinan

Ia menceritakan, bahwa KUII ke-1 dulu menghasilkan sesuatu untuk mempersatukan kekuatan umat dan melahirkan Masyumi. Tapi Masyumi mengalami proses sejarah yang kurang menguntungkan. Maka di KUII ke-7, kalau ada aspirasi membentuk satu partai Islam tunggal untuk menampung aspirasi umat, itu bagus.

“Tapi yang penting bagaimana substansi politik ini tidak terfragmentasi, sehingga menjadi kekuatan. Jangan sampai politik ini justru politik pecah belah kemudian menguasai. Politik harus menghimpun kekuatan aspirasi umat menjadi satu kekuatan politik yang diartikulasikan untuk kepentingan umat dan bangsa,” tutupnya.

Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) ke-7 diselenggarakan pada 26-29 Februari 2020 di Bangka Belitung. Acara yang digagas Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini dihadiri tidak kurang 800 peserta. Terdiri dari pengurus MUI Pusat hingga daerah, ormas-ormas Islam, perguruan tinggi, pondok pesantren, dan pemangku kebijakan lainnya.* Azim Arrasyid

Laporan ini terlaksana atas kerjasama Dompet Dakwah Media

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amirsyah TambunanDin SyamsuddinKUIIKUII VIIparpol Islampartai politikpolitik
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MUI Kutuk Keras Pembakaran Masjid, Ingatkan Pemerintah India Tak Diskriminatif
Tulisan selanjutnya Ibadah Umrah, Virus Coroba dan Ekonomi Saudi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Berita
30 Mei 2026 13:05
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?