Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Pengamat: Joe Biden Akan Buka Lagi Persoalan Muslim Uighur di China

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 8 November 2020 15:46 3:46 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 8 November 2020 15:30
Bagikan
Turki Uighur Menlu China
Bagikan

Hidayatullah.com– Pengamat politik internasional Arya Sandhiyudha, Ph.D mengatakan, Joe Biden dipastikan memenangkan Pemilu Amerika Serikat. Sebagai Presiden, Biden diprediksi akan mengubah secara fundamental arah Amerika Serikat dalam politik luar negerinya.

Direktur Eksekutif The Indonesian Democracy Initiative (TIDI) ini mengatakan Amerika Serikat era Joe Biden akan sangat berubah. “Biden akan kembali membawa AS lebih internasionalis, dibandingkan Trump yang isolasionis kemarin,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya diterima hidayatullah.com, Ahad (08/11/2020).

Menurut peraih Doktor Bidang Hubungan Internasional dari İstanbul University, Turki, ini, AS akan kembali berkomitmen dengan beberapa perjanjian internasional. AS katanya pun akan lebih aktif berperan di Asia Pasifik dan Timur Tengah, lebih konsisten dalam pola, dibandingkan Trump yang banyak menarik diri dan pendekatannya cenderung tidak menentu.

Terkait China, Arya menyebutkan Biden akan punya pendekatan baru terhadap Negeri Tirai Bambu tersebut.

“Biden akan membuka kembali persoalan kamp konsentrasi Muslim Uighur di Xinjiang, selain melanjutkan perang tarif dengan modifikasi tertentu. Biden juga akan mempermasalahkan demokrasi Hong Kong,” sebut penerima Master bidang Studi Strategis dari S.Rajaratnam School of International Studies (RSIS), Nanyang Technological University (NTU), Singapura ini.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Arya menilai, kemauan Biden akan lebih mudah dimengerti. Sehingga, kalau China yang menginginkan stabilitas kawasan, tidak terlalu rumit untuk memahaminya.

“Tetapi ini bukan jaminan Biden akan menggunakan pendekatan yang lunak (soft approach) apabila Tiongkok sebagai pesaing strategis di kawasan dianggap sudah melampaui ambang batas agresifitas di Laut Tiongkok Selatan,” ujarnya.

Pada masa kepresidenan Donald Trump, China katanya begitu meningkat kepercayaan dirinya pada klaim sejarah di Laut Tiongkok Selatan.

“Reputasi kepemimpinan demokrasi global AS agak pudar dengan kejenakaan Trump, meski kita juga tidak boleh melebih-lebihkan kerusakan itu karena Trump, sebab sebagai Presiden setidaknya Trump sukses menahan AS untuk tidak berperang atau menginvasi,” ujarnya.

Ia memandang, perubahan pendekatan AS terhadap China ini yang akan berdampak pada Indonesia. Sebab, di Indonesia akan dilirik sebagai pemimpin tradisional Asia Tenggara yang akan menentukan kompetisi Amerika Serikat dengan China dan arah transisi hegemonik di kawasan Asia Pasifik.

Pada 2016, Trump memenangkan kursi kepresidenan yang menyerukan “America First” dan kemudian dengan cepat menarik AS dari beberapa perjanjian internasional. Maka, kata Arya, terpilihnya Biden sebagai Presiden akan mengembalikan komitmen pada kerjasama internasional. Arya menyebutnya dengan istilah “internasionalisme Biden akan menggantikan isolasionisme Trump”.

Misalnya, kata dia, dalam isu NATO, Biden akan kembali menjadikannya organisasi kemitraan internasional sangat penting. Reorientasi Timur Tengah akan terjadi, termasuk terhadap Turki.

Arya mencatat bahwa Trump cenderung menjauh dari beberapa upaya internasional dan beberapa organisasi.

“Trump menarik AS dari Perjanjian Paris tentang iklim, juga menarik AS keluar dari kesepakatan perdagangan Trans-Pacific Partnership, atau TPP, juga memotong dukungan keuangan untuk Organisasi Kesehatan Dunia, WHO. Sepertinya, Biden akan kembali membawa AS mendukung kesepakatan iklim Paris dan menghidupkan lagi cita-cita TPP, Kemitraan Trans-Pasifik Komprehensif dan Progresif dan akan kembali mendukung WHO dan berusaha memimpin upaya global menghadapi Pandemi COVİD-19.”

Biden, masih kata Arya, ingin menghadirkan lagi kepemimpinan AS di dunia. Termasuk kehadiran di fora, ragam arena, dan kebijakan terkait Asia Timur, Asia Tenggara.

“Bagi Indonesia, kita menantikan kehangatan Obama yang punya memori kecil dengan Indonesia hadir lagi di era Biden,” sebut Arya.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatArya SandhiyudhachinaDonald TrumpJoe Bidenuighurxinjiang
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya “Ini Kerja-kerja Akhirat, Bukan Kerja-kerja Dunia”
Tulisan selanjutnya Tak Kendur Mencetak Dai, Meski Dicap Stres

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik

Berita
13 Juli 2026 17:00
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?