Hidayatullah.com– Masih basah duka akibat tragedi di Stadion Kanjuruhan, pegiat media sosial Ade Armando justru menyalahkan Aremania, julukan untuk suporter kesebelasan Arema FC, Malang. Akibatnya, Ade Armando menuai kecaman dan kritikan keras setelah menyebut tragedi Kanjuruhan dipicu oleh suporter “bergaya preman”. Ade juga membela polisi.
Pantauan hidayatullah.com pada Selasa (04/10/2022) sekitar pukul 16.16 WIB, kicauan tentang Ade Armando menjadi trending topic nasional di media sosial. Terdapat 1,5 ribu tweet terkait Ade Armando.
“Gmn orang gak membencimu ade armando. Blm selesai duka orang tua yg kehilangan anaknya krn tragedy kanjuruhan kau sdh hina2 yg wafat. Siapa yg gak geram lht ucapanmu ini. Nanti didatangi fans arema kau bilang mrk anarkis pdhl mulutmu ini yg anarkis,” tulis akun Haji Umar Hasibuan @UmarHasibuann_ di Twitter.
“Ayo Aremania bersatu lawan framing buruk media tv lawan opini busuk polisi hitung ulang jumlah korban turun ke jalan dorong masalah ini sampe ada tersangka!!! #PresisiPolisiTerburuk #KalianPantasMati FIFA Ade Armando,” tulis @Yucupsss.
“Mereka inikah di anggap perusuh dan layak dapat ganjaran..? Tanya serius neh sama gerombolan Ade Armando.
Otak kelen taro dimana.
Gak usah bikin framing Bodoh dan nyebarin kebencian .
Ntar kalo kena tulah, hilang lagi celana lo.
Jaga mulut kelen bung!!” komentar dari @HukumDan.
Warganet juga menyuarakan agar Ade Armando segera ditangkap oleh aparat keamanan.
“Teriakan Mahasiswa dan Pemuda Sumatera Barat TANGKAP ADE ARMANDO Menggema di POLDA Sumatera Barat,” tulis Haris Pertama @knpiharis seraya mengunggah video sebuah aksi demonstrasi.
“Apa si Ade Armando Ga Kapok Digebukin dan Di Telanjang Massa ? Apa Dia Belum Tau Kalau Solidaritas Antara Suporter Bola Itu Tinggi ? Kalau Bicara Kemanusiaan Maka Suporter Bar Bar Sekalipun dan Biasanya Saling Perang Akan Bersatu,” tulis @Nicho_Silalahi.
Sementara menurut @rhmdndrnt, Ade Armando merupakan “pangkal masalah”. Akun itu menulis kicauan berikut:
“Dalam pandangan saya masyarakat sudah melakukan kewajibannya, sekali lagi marilah kita bersikap objektif. yang jadi pangkal masalah adalah Ade Armando yang sok jagoan beropini menyulut emosi petentengan di tengah kerumuman masyarakat,” disertai unggahan foto saat Ade Armando usai digebukin massa dengan wajah lebam-lebam beberapa waktu lalu.
Sedangkan @Mars_Sahsa menuliskan:
“KENAPA SI ADE ARMANDO INI BILANG TDK ADA TEMBAKAN? PADAHAL NYATA DISAKSIKAN PULUHAN RIBU SUPPORTER TEMBAKAN GAS AIR MATA YG MEMBUAT MEREKA TAKUT DAN BERLARIAN SEHINGGA BERJATUHAN RATUSAN KORBAN??”
Sebagaimana diketahui, Ade Armando berkomentar di sebuah kanal YouTube yang populer di kalangan pendukung pemerintah mengenai kerusuhan usai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya, Stadion Kanjuruhan yang terjadi pada Sabtu (01/10/2022) malam.
Dalam video tersebut, pengajar Ilmu Komunikasi di Universitas Indonesia ini menilai kerusuhan mutlak salah Aremania, sebutan suporter Arema. Ade pun menyebut kepolisian telah bertindak sesuai prosedur.
“Suporter sepak bola Indonesia ini memang keterlaluan. Siapa pun yang kini menyaksikan video-video yang kini tersebar tentang tragedi di Stadion Kanjuruhan 1 Oktober lalu, pasti bisa mengenali bahwa pangkal persoalan adalah kelakuan sebagian suporter Arema yang menyerbu lapangan,” kata Ade dikutip Cnnindonesia.com, Selasa (04/10/2022).
Ia menambahkan, Aremania yang masuk ke lapangan “sombong dan bergaya preman, menantang, merusak, dan menyerang”. Karena sikap itulah, Ade menyebut tragedi di stadion Kanjuruhan itu terjadi.
Ade pun menyinggung Ketua Forum Komunikasi Suporter Indonesia, Richard Ahmad Supriyanto dan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (LBH). Menurut Ade, pendapat Richard dan LBH yang menuntut kepolisian bertanggungjawab sebagai hal yang aneh.*