Hidayatullah.com–Presiden Joko Widodo baru saja mendapat penghargaan internasional di bidang perdamaian Imam Hasan bin Ali Peace Prize dari Forum Perdamaian Abu Dhabi. Menanggapi hal itu, Persaudaraan Alumni (PA) 212 mendo’akan Jokowi agar tak lagi menzalimi cucu nabi.
Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris Majelis Syuro Persaudaraan Alumni (PA) 212, Ustaz Slamet Ma’arif yang menanggapi penghargaan yang diperoleh oleh Presiden Jokowi pada Senin (7/11/2022).
Slamet menyebutkan cucu nabi yang dimaksud untuk tidak dizalimi, salah satunya Habib Rizieq Shihab (HRS).
“Makin kacau aja. Ya semoga Jokowi dapat hidayah setelah dapat gelar makin cinta dengan cucu nabi,” ujar Slamet, dilansir RMOL, Senin (7/11/2022).
Selain itu, Slamet berharap, Jokowi mendapatkan hidayah agar tidak lagi menzalimi Habib Rizieq dan keturunan Rasulullah SAW.
“Dan tidak lagi mendzolimi Keturunan Rosululloh termasuk HRS,” pungkas Slamet.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mendapat penghargaan internasional di bidang perdamaian Imam Hasan bin Ali Peace Prize dari Forum Perdamaian Abu Dhabi.
Sekretaris Jenderal Forum Perdamaian Abu Dhabi Al-Mahfouz bin Syaikh Abdullah bin Bayya mengatakan penghargaan itu diberikan kepada tokoh yang berjasa terhadap perdamaian internasional.
“Kami di sini hari ini untuk untuk mengantarkan penghargaan internasional Imam Hasan bin Ali 2022 untuk yang terhormat Presiden Joko Widodo, Presiden Indonesia. Sebuah pengakuan atas dedikasinya dalam mewujudkan perdamaian secara internasional,” kata Abdullah di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (7/11/2022).
Dia menjelaskan penghargaan Imam Hasan bin Ali Peace Prize diberi nama sesuai nama cucu Nabi Muhammad SAW Hasan bin Ali. Dia menjelaskan Hasan adalah sosok yang begitu dipandang di kalangan muslim.
Abdullah menyerahkan langsung penghargaan itu kepada Jokowi. Menteri Sekretaris Negara Pratikno mendampingi Jokowi pada momen tersebut.
Menurut Pratikno, penghargaan ini begitu bergengsi. Dia menyebut penghargaan itu sebagai kehormatan bagi masyarakat Indonesia.
“Bagi Presiden Jokowi sekaligus bagi seluruh masyarakat Indonesia merupakan penghargaan luar biasa,” ujarnya.
Pratikno melanjutkan, “Kehormatan yang luar biasa karena Presiden Joko Widodo telah dipercaya sebagai pemimpin yang menyebarkan pesan dan budaya damai untuk dunia.”