Hidayatullah.com– Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) terus mengajak generasi milenial untuk mengonsumsi makanan dan minuman yang halal dan thayyib.
Direktur Komunikasi LPPOM MUI, Osmena Gunawan menekankan pentingnya mengonsumsi makanan halal dan thayyib. Ini merupakan langkah utama dalam menjaga kesehatan.
Seiring itu pula, LPPOM MUI terus mensosialisasikan hidup halal termasuk kepada para pelajar dan pihak sekolah. Antara lain dengan menggelar kompetisi Olimpiade Halal.
Baca: Pelajar Diminta Tidak Melewatkan Kompetisi Olimpiade Halal
Osmena menyampaikan, pada dasarnya Olimpiade Halal digelar sebagai wadah sosialisasi halal kepada para generasi milenial.
Diharapkan, dengan adanya Olimpiade Halal, para pelajar termotivasi untuk terus mendalami halal-haram.
“Dengan adanya Olimpiade Halal, siswa akan termotivasi. Target memperkenalkan halal kepada generasi milenial pun tercapai. Karena itu, dalam kompetisi ini, terbuka kesempatan yang sangat luas bagi seluruh siswa,” ujarnya di Bandung, Jawa Barat kutip website resmi lembaga itu Selasa (10/03/2020).
Baca: Cegah Virus Corona, LPPOM MUI Terapkan Prosedur Pengecekan Pengunjung
Hal itu disampaikan pada rangkaian acara penyerahan hadiah Olimpiade Halal 2019 kepada Rakean Radya Al Barra di SMAN 5 Bandung. Atas prestasinya tersebut, LPPOM MUI memberikan hadiah berupa notebook dan tabungan pendidikan senilai Rp 6.000.000.
Kepala SMAN 5 Bandung, Suparman, mengungkapkan rasa bangga atas capaian salah seorang muridnya tersebut. Katanya, total ada 124 siswa mengikuti Olimpiade Halal 2019, lima di antaranya lolos tahap seleksi 100 finalis.
Pihak sekolah mengaku sangat bergembira dan mendukung Olimpiade Halal.
“Ini merupakan kegiatan yang positif. Semoga Olimpiade Halal yang selanjutnya semakin semarak. Para siswa di Bandung, khususnya, dan seluruh Indonesia pada umumnya dapat mengikuti acara ini,” ujar Suparman pada acara (09/03/2020) tersebut.
Suparman menilai, Olimpiade Halal adalah langkah yang baik dalam mensosialisasikan halal ke para pelajar se-Indonesia. Apalagi, mengonsumsi makanan yang bersih dan halal sudah diperintahkan agama Islam.
Katanya, ke depan SMAN 5 Bandung berencana membuat kantin sekolahnya menjadi kantin halal, sehingga bisa menjadi percontohan kantin halal se-Kota Bandung.
“Selaku guru dan orangtua di sekolah, kita selalu mengupayakan apa yang dikonsumsi anak-anak terjamin kehalalannya,” ujarnya.
Baca: MUI Telah Akui 45 Lembaga Sertifikasi Halal dari 26 Negara
Tahun 2019 menjadi tahun kedua SMAN 5 Bandung, mengirimkan muridnya sebagai juara Olimpiade Halal. Motivasi para pelajar mengikuti ajang internasional ini semakin meningkat dari tahun ke tahun. Seiring itu, pihak sekolah mulai mengurus sertifikasi halal kantin SMAN 5 Bandung.
Pada Olimpiade Halal 2017, salah seorang pelajar SMAN 5 Bandung, Aindrea Ryhan Supriyanto, meraih Juara Harapan 3. Kini, deretan prestasi sekolah itu bertambah. Rakean Radya Al Barra meraih Juara 3. Ia berhasil mengalahkan 19.697 siswa lainnya dari seluruh Indonesia dan lima negara.*