Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Dua Tantangan Dakwah di Era Reformasi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 22 Agustus 2010 16:54
Bagikan
Bagikan

 Hidayatullah.com—Ada perbedaan dakwah ketika masa Orde Baru (orba) dengan era reformasi. Jika di jaman orba, dakwah kerap diawasi sedang di era reformasi, kran dakwah dibuka selebar-lebarnya. Kendati begitu, bukan berarti dakwah bisa melenggang mulus. Hanya saja, dengan cara yang berbeda. Dan, cara itu justru jauh lebih lembut dan mematikan.
 Pernyataan itu disampaikan Ketua Umum Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII) Ustad Syuhada Bahri, dalam acara diskusi bersama di pesantren Hidayatullah Surabaya Ahad (22/8) pagi tadi.
 Syuhada mengatakan, penghalang dakwah itu setidaknya berada di dua sisi; kanan dan kiri. Di sisi kanan, ada fenomena dakwah yang seolah bagus dan lembut, tapi kemudian diarahkan ke sekuler dengan dalih Islam moderat. Sedangkan sisi kiri, ujar Syuhada, jenis dakwah transendental yang sesuai aqidah Islam, tapi kemudian dicitrakan “teroris” dan golongan radikal. Hal itu, kata Syuhada tidak lain karena ulah media.
 Selain itu, Syuhada juga menyoroti banyaknya juru dakwah sayangnya, keberadaan mereka kurang memberi bekas yang dalam dan perubahan signifikan di masyarakat.
 “Dakwah sekarang ramai, tapi ibarat melempar pasir ke rumpun bambu. Bunyi, tapi tak berbekas,” ujar Syuhada yang juga mantan dai pedalaman ini.
Hal itu tidak lain, kata Syuhada, dakwah disampaikan hanya sebatas rasio atau akal semata. Jarang dakwah disampaikan dari hati ke hati dan penuh keikhlasan.  Padahal, kata Syuhada, dakwah dari hati ke hati itu justru yang lebih berbekas.
 Lebih lanjut, Syuhada mengatakan, dakwah yang dilakukan para dai, hingga kini belum bisa dikatakan memuaskan. Pasalnya, kondisi umat Islam yang masih terpuruk di berbagai bidang: politik, ekonomi, dan sosial.
 Bahkan, lebih dari itu, umat Islam justru banyak jadi korban. Kendati demikian, Syuhada menilai, jangan-jangan kekalahan umat Islam akibat diri sendiri.
 “Jadi, wajar, jika kalah. Mungkin umat Islam belum pantas menang,” ujarnya. Karena itu, Syuhada menyarankan agar umat Islam lebih giat lagi dalam berdakwah. “Berdakwalah terus, jangan terlalu berfikir hasil. Itu urusan Allah,” ujarnya. [ans/hidayatullah.com]      

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:dakwahold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Indonesia Tempati Juara Tiga Konsumsi Rokok Sedunia
Tulisan selanjutnya Rusia Bantu Iran Bangun Reaktor Nuklir

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Berita
31 Mei 2026 19:39
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?