Hidayatullah.com–Mantan Anggota DPR RI, Mashadi, mengaku tidak heran dengan program perluasan Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Jakarta. Ia menilai AS memang sudah sejak lama melakukan inflitrasi di Indonesia.
“Sejak sebelum dan sampai Indonesia merdeka, penetrasi Amerika sudah berlangsung,” ujarnya kepada hidayatullah.com, Rabu, (01/08/2012) di Jakarta.
Pria yang kini memilih jalur di media ini mencontohkan kasus pemberontakkan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) yang dideklarasikan tahun 1958.
“Di belakang pemberontakan itu tidak lepas dari kepentingan CIA,” katanya yang terkenal kritis dan berani ketika menjabat anggota dewan.
Begitu juga dengan tragedi G30S PKI. Sebagai negara komunis ketiga terbesar setelah Uni Soviet dan China, posisi Indonesia sangat vital di mata Amerika.
Menurut Mashadi, Amerika merasa perlu melakukan pembendungan terhadap komunis dengan memanfaatkan angkatan darat Indonesia.
“Amerika memanfaatkan angkatan darat yang memang kader-kader Amerika,” jelasnya.
Meski sejarah itu telah berlangsung puluhan tahun, kini Indonesia tetaplah negara strategis. AS akan terus berupaya membidik negara-negara strategis untuk tetap di bawah kendalinya. Dua nama lain selain Indonesia adalah Pakistan dan Iraq.
“Pakistan strategis karena punya nuklir. Amerika punya berbagai cara untuk tetap mengelola rezim di bawah dominasi kepentingannya,” tambahnya.
Kendali Gedung Putih
Sebelumnya, menanggapi rencana AS melalukan perluasan kantor senilai 4,2 trilyun di Jakarta, dinilai sangat terkait dengan agenda pergantian rezim pemerintahan Indonesia pada tahun 2014. [Baca: AS Dinilai Khawatir Lihat Oposisi SBY Menguat]
Menurut mantan anggota Komisi I DPR-RI, yang membidangi pertahanan, keamanan dan politik luar negeri ini, AS ditengarai ingin memastikan pengganti Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tetap dalam kendali Gedung Putih.*