Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

PP Muhammadiyah: Negara Harus Hadir Hentikan Penyerangan Tokoh Agama

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 18 Februari 2018 21:40 9:40 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 18 Februari 2018 21:40
Bagikan
Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah di Menteng, Jakarta, Selasa (30/01/2018).
Bagikan

Hidayatullah.com– Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah menyatakan, Polri perlu melakukan investigasi terhadap kebenaran kasus penyerangan kiai Muhammadiyah di Paciran, Lamongan, Jawa Timur, Ahad (18/02/2018) dan menyampaikan hasilnya secara transparan kepada keluarga korban atau publik.

Wakil Ketua Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah, Maneger Nasution mengatakan, sulit untuk membantah adanya dugaan kuat dari publik bahwa rentetan peristiwa-peristiwa terakhir ini bernuansa skenario adu domba antar umat beragama, terkait berbagai kasus kekerasan terhadap tokoh-tokoh agama.

“Sulit untuk memahami bahwa peristiwa-peristiwa ini kriminal murni, tapi by design? Apakah rangkaian peristiwa-peristiwa itu sebagai pengalihan isu? Atau, apakah sedang berlangsung skenario paling sensitif, proyek adu domba intra dan antar umat beragama?” ungkapnya dalam pernyataannya di Jakarta, Ahad (18/02/2018) diterima hidayatullah.com.

Baca: Orang diduga Gila Menyerang Kiai di Pesantren Muhammadiyah

Apapun alasannya, negara harus hadir, tegas Komisioner Komnas HAM RI periode 2012-2017 ini.

“Negara punya mandat menghentikan perilaku tak beradab itu. Negara punya mandat mengusut tuntas kasus-kasus itu siapa pun pelaku dan aktor intelektualnya, serta apa pun motifnya,” ungkapnya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Negara khususnya pemerintah harus hadir dan memastikan bahwa peristiwa-peristiwa yang jauh dari keadaban itu tidak terulang lagi di masa mendatang, kata Maneger.

Kehadiran negara itu sangat penting untuk menjawab pertanyaan publik: apakah peristiwa-peristiwa itu sebagai peternakan “OGGB” (orang gila gaya baru)? ungkapnya.

“Apakah kasus-kasus itu sebagai laboratorium adu domba umat beragama di Indonesia? Sekali lagi kita berharap bahwa hal itu tidak benar adanya,” tambahnya.

Baca: Polri Didesak Usut Tuntas “Modus Orang Gila” Menganiaya

Melihat kembali berulangnya kasus dengan pola dan modus yang relatif sama, “OGGB”, polisi sebaiknya tidak tergesa-gesa menyimpulkan pelakunya sebagai “orang gila”.

Polisi dinilai perlu mengurai secara profesional dan mandiri apakah kasus-kasus tersebut murni pidana, ataukah by design.

Publik kata dia berharap, meskipun pelakunya disebut diduga “sakit jiwa”, tapi proses hukum harus tetap berjalan, tidak boleh berhenti, apalagi sudah jatuh korban nyawa.

“Biarlah pengadilan, berdasarkan fakta-fakta medis dan fakta hukum lainnya di persidangan yang punya otoritas memutuskan apakah para pelaku penganiayaan ini benar-benar ‘sikat jiwa’ atau tidak,” ujarnya.

Melihat peristiwa-peristiwa kekerasan atas tokoh agama selama ini menimbulkan syiar ketakutan publik, Komnas HAM kata Maneger perlu menunaikan mandatnya untuk memantau proses investigasi yang dilaksanakan oleh Polri.*

Baca: ‘Orang Gila’ Menyerang Kiai Muhammadiyah, Din Desak Polri Usut Tuntas

Diberitakan hidayatullah.com sebelumnya, Ahad siang (18/02/2018), Pimpinan Pondok Pesantren Muhammadiyah Karangasem Paciran, Lamongan, Jawa Timur, KH Hakam Mubarok, diserang seorang pria yang disebut gila.

Kiai Barok menuturkan, peristiwa itu terjadi menjelang zuhur. Awalnya, ada orang tak dikenal duduk-duduk di pendapa sebelah Masjid Al-Manar yang berada di kawasan ponpes.

Sang kiai kemudian meminta orang itu agar berpindah tempat, karena sudah tiba waktu zuhur tempat tersebut dipakai para santri berlalu lalang.

Orang tak dikenal itu rupanya tidak terima disuruh pindah. Bahkan marah-marah dan langsung menyerang sang kiai.

“Saya mau meladeni tapi malu karena kok sepertinya dia itu orang gila, akhirnya saya menghindar, eh, ternyata dia mengejar maka saya lari hingga terjatuh,” tutur kiai yang juga Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan ini.*

Baca: Kekerasan atas Tokoh-tokoh Agama, Waspadai Upaya Adu Domba

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:adu dombaJawa TimurKH Hakam Mubarokkiai Muhammadiyah di Pacirankiai Muhammadiyah diserangLamonganMajelis Hukum dan HAM PP MuhammadiyahManeger Nasutionmantan Komisioner Komnas HAMMuhammadiyahOGGBorang gilaorang gila gaya barupenyerangan tokoh agamaPolriPondok Pesantren Muhammadiyah KarangasemPP MuhammadiyahWakil Ketua Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya ‘Orang Gila’ Menyerang Kiai Muhammadiyah, Din Desak Polri Usut Tuntas
Tulisan selanjutnya Dua Remaja Gaza Gugur oleh Serangan Jet Tempur Israel sejak Sabtu

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Berita
31 Mei 2026 19:39
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?