Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Wapres: Perkawinan yang Tidak Sehat menjadikan Kedudukan Perempuan Lemah, Tak Miliki Posisi Tawar dalam Keluarga

Ahmad
Terakhir diupdate: 18 Maret 2021 14:37 2:37 pm
Ahmad
Dipublikasikan 18 Maret 2021 14:37
Bagikan
kesehatan syariah
Wapres Ma'ruf Amin
Bagikan

Hidayatullah.com—Wakil Presiden (Wapres) RI, Ma’ruf Amin mengatakan, perkawinan yang dipersiapkan secara matang memiliki kemungkinan yang lebih besar pada terciptanya keluarga yang harmonis dan bahagia. Oleh sebab itu, pemenuhan pendidikan yang optimal dan penggalakkan konseling pra nikah sangat diperlukan untuk meningkatkan kematangan pasangan yang akan melangsungkan pernikahan, agar mampu membina rumah tangga yang harmonis dan bahagia di masa depan.

“Peran pendidikan menjadi kunci untuk membangun kemampuan dan kematangan individu,” ungkap Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin saat memberikan Sambutan Kunci pada acara Seminar dan Deklarasi Gerakan Nasional Pendewasaan Usia Perkawinan untuk Meningkatkan Kualitas Anak, Pemuda, Perempuan, dan Keluarga yang diselenggarakan secara daring, Kamis (18/03).

Lebih jauh, Wapres menuturkan bahwa pendidikan sangat penting khususnya bagi kaum perempuan yang rentan menjadi korban dalam permasalahan rumah tangga. “Dalam perkawinan yang tidak sehat, kedudukan perempuan menjadi sangat lemah sehingga tidak memiliki posisi tawar dalam mengelola keluarga,” ujarnya.

Salah satu akibatnya, menurut Wapres, perempuan menjadi tidak memiliki kesempatan terbaik untuk menyediakan gizi bagi keluarga dan anak-anaknya.

“Dalam contoh yang ekstrem, pengeluaran keluarga justru lebih banyak dihabiskan untuk rokok, ketimbang untuk membeli makanan bergizi ataupun membiayai pendidikan,” sesalnya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Menurut Wapres, pendidikan yang optimal khususnya untuk perempuan sangat penting agar posisi tawarnya dalam rumah tangga meningkat, sehingga mampu mengambil keputusan-keputusan terbaik untuk keluarganya. “Khusus untuk kaum perempuan, pendidikan yang baik akan memberikan kemampuan dan posisi tawar yang lebih besar dalam rumah tangga,” tegasnya.

Selain pendidikan, menurut Wapres, berbagai kelas konseling juga penting bagi pasangan yang hendak membangun mahligai rumah tangga. “Dalam konteks ini perlu digalakkan lagi adanya semacam kelas konseling pra nikah,” ungkapnya.

Dalam konseling tersebut, kata Wapres, perlu diajarkan hal-hal paling krusial dalam perkawinan, seperti tujuan perkawinan, hak dan kewajiban serta cara untuk saling memahami pasangan masing-masing, seluk-beluk kesehatan reproduksi dan persalinan, kesehatan ibu hamil dan anak, dan sebagainya. “Bahkan apabila diperlukan, dibuat aturan bagi calon pasangan perkawinan harus lulus kelas konseling pra nikah,” tegasnya.

Konseling pra nikah juga menjadi sangat penting, sambung Wapres terutama setelah adanya temuan semakin tingginya kasus perceraian. Menurutnya, berdasarkan data dari Badan Peradilan Agama (Badilag) Mahkamah Agung, penyebab perceraian yang paling besar adalah karena faktor tidak harmonis, lalu diikuti karena tidak bertanggung jawab, kemudian karena faktor ekonomi, adanya pihak ketiga, dan seterusnya.

“Dari semua kasus perceraian yang masuk di Badilag, terbesarnya merupakan kasus gugat cerai dari pihak perempuan, yaitu sebesar 70%,” ujarnya.

Data-data ini, kata Wapres, menggambarkan bahwa pengetahuan yang memadai calon pasangan perkawinan menjadi hal yang sangat mendasar. “Sehingga kebijakan yang diambil untuk meminimalkan kasus perceraian yang begitu tinggi, harus mengarah pada faktor hulu, yaitu kesiapan mental dan pengetahuan calon mempelai untuk membangun sebuah keluarga,” paparnya.

Terakhir, Wapres menekankan pentingnya pasangan yang akan menikah untuk mendalami pengetahuan tentang kesehatan ibu hamil dan anaknya, khususnya guna mencegah kasus stunting. “Pemerintah memberi perhatian ekstra pada kasus stunting di negeri ini yang masih menunjukkan angka statistik tinggi, yaitu 27 persen. Artinya dari tiap sepuluh anak, tiga di antaranya menderita stunting,” ungkapnya.

Pencegahan stunting, imbuh Wapres, erat terkait dengan kesehatan ibu dan balita, yang di kemudian hari sangat berpengaruh pada masa depan bangsa ini.

“Upaya untuk menghasilkan generasi cerdas dan kuat tidak akan tercapai bila kita gagal menurunkan angka stunting yang masih tinggi,” pungkasnya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Deklarasi Gerakan Nasional Pendewasaan Usia Perkawinan untuk Meningkatkan Kualitas Anak Pemuda Perempuan dan KeluargaKeluargaMa'ruf AminpernikahanstuntingWakil Presiden
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Inilah Wasim Rizvi, Tokoh Syiah yang Memancing Aksi Massa setelah Usul Menghapus 26 Ayat Al-Quran Inilah Wasim Rizvi, Tokoh Syiah yang Memancing Aksi Massa setelah Usul Menghapus 26 Ayat Al-Quran
Tulisan selanjutnya MUI fatwa perkawinan Anak Menko PMK Minta MUI Buatkan Fatwa Larang Pernikahan Anak

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Artikel
3 Juni 2026 05:00
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Terbaru

  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?