Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Muhammadiyah: Jangan Gunakan Isu Kekerasan dan Teror untuk Kepentingan Kelompoknya, Apalagi untuk Menghabisi Orang Lain

Ahmad
Terakhir diupdate: 31 Maret 2021 21:31 9:31 pm
Ahmad
Dipublikasikan 31 Maret 2021 21:31
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com — Ketua PP Muhammadiyah, Prof Dr Dadang Khamad menegaskan, jika ingin menghilangkan radikalisme jangan dengan tindakan radikal. Termasuk jika ingin menghilangkan intoleransi juga jangan dengan tindakan intoleransi, serta dalam menghilangkan kekerasan jangan dengan cara kekerasan.

“Itu tidak bagus dalam pendidikan kemasyarakatan akan menimbulkan dendam makin membara, dan akan makin lama dan membesar masalah,” ucap Dadang Khamad, Rabu (31/3) dikutip laman muhammadiyah.or.id

Dirinya menyebut, adanya tindakan radikal disebabkan oleh banyak hal, selain indoktrinasi agama di sisi lain juga sangat bisa disebabkan seperti rendahnya tingkat pendidikan dan stress dalam menghadapi kenyataan hidup. Faktor-faktor tersebut bisa menjadi jaringan kondusif untuk membentuk seseorang menjadi radikal.

Dalam melihat radikalisme melalui kacamata moderasi, adanya radikalisme tidak bisa dilihat dari suatu persepektif tunggal, karena banyak faktor yang melingkupinya. Dadang menyebut sikap moderat merupakan keniscayaan untuk diimplementasikan dalam segala aspek kehidupan.

Terkait dengan sikap Muhammadiyah dalam melihat adanya radikalisme yang melahirkan tindakan teror, Dadang mengutip pepatah yang mengatakan “lebih banyak menangkap lalat dengan madu dari pada dengan racun.” Artinya jangan menghilangkan tindak kekerasan dengan kekerasan juga, maka proyek deradikalisasi dirasa kurang tepat dalam menghilangkan tindakan radikal.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Meski demikian, menurut Dadang pekerjaan rumah terbesar yang harus segera diselesaikan terkait dengan tindakan terror ini adalah mengetahui dan menindak para aktor intelektualnya atau yang mendesain kejadian ini. Dadang juga mewanti-wanti dari kejadian ini jangan sampai ada kelompok yang mengambil keuntungan bagi kelompoknya dengan menuduh dan mendiskreditkan kelompok lain.

“Jangan sampai menggunakan isu-isu kekerasan untuk kepentingan kelompoknya sendiri untuk menghabisi orang lain,” tegas Dadang

Belajar dari Piagam Madina

Belajar dari Piagam Madina, Dadang menjelaskan, Rasulullah meskipun mengakui dengan sadar bahwa Islam sebagai satu-satunya agama yang benar tetapi Rasulullah juga mengimbangi dirinya dengan rasa cinta dan kasih sayang kepada semua. Jangan sampai merasa benar sendiri, dan mendiskreditkan orang lain.

“Jangan sampai orang itu merasa benar sendiri dan dipenuhi kebencian kepada orang lain, ingin melenyapkan orang lain. Saya rasa moderasi ini bentuk keharusan, keniscayaan dalam Agama Islam menurut Muhammadiyah,” tuturnya.

Bagi Muhammadiyah sikap moderat merupakan usaha untuk menciptakan masyarakat yang toleran dan hidup bersama sebagaimana yang tertuang dalam Tanfidz 1 Abad Muhammadiyah. Termasuk dalam Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM) juga menyebutkan sikap yang harus dibangun dalam masyarakat meliputi tolong-menolong dengan masyarakat beda agama.

“Moderasi kita sudah dibuktikan diterima di masyarakat yang minoritas Islam seperti di NTT, Papua, Maluku. Karena kita memang satu bentuk organisasi yang moderat, welcome kepada orang lain, hidup rukun dengan pemeluk agama lain. Hal ini sebagai bagian dari ideologi Muhammadiyah,” ungkap Dadang.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:intoleransiKetum PP MuhammadiyahMuhammadiyahPedoman Hidup Islami Warga MuhammadiyahProf Dr Dadang KhamadTanfidz 1 Abad Muhammadiyah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya serangan bom turki Kepala Dewan Ulama Afghanistan Wafat Dalam Ledakan Ranjau
Tulisan selanjutnya Rumah quran pedalaman NTT BMH Rumah Quran untuk Masyarakat Wilayah Pedalaman NTT

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Berita
3 Juni 2026 12:08
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?