Hidayatullah.com–Berbicara di sebuah acara yang yang digelar oleh organisasi wartawan Aljazair NFAJ Rabu lalu, Donald Boström mengatakan bahwa Isrel telah mengumpulkan organ manusia secara ilegal yang berasal dari 1.000 lebih orang Palestina sejak tahun 1960. Tindakan melanggar hukum itu semakin meningkat selama Intifada pertama di Palestina tahun 1987.
Ia menambahkan, Israel tidak hanya mencuri organ orang-orang Palestina, tetapi juga mencuri organ orang yang bertempur melawan Israel yang berasal dari negara lain yang terbunuh di Palestina di sekitar wilayah perbatasan.
Boström menekankan bahwa laporan yang disampaikannya itu berdasarkan pada persaksian dan fakta.
Lebih jauh, wartawan kelahiran Swedia yang lama tinggal di Palestina ini menyatakan bahwa dirinya menerima beberapa ancaman pembunuhan melalui email dan telepon.
Laporan Donald Boström mengenai pencurian organ penduduk Palestina pertama kali dimuat di surat kabar terlaris di Swedia Aftonbladet pada 17 Agustus 2009. Baca beritanya yang pernah dimuat hidayatullah.com, Israel Menjarah Organ Tubuh Rakyat Palestina.
Penyelidikan terhadap kasus pencurian organ dilakukan setelah organisasi bentukan PBB memprotes perlakuan tidak manusiawi dan ilegal atas tubuh-tubuh mayat orang Palestina oleh militer Israel.
Boström yang rencananya akan bekerjasama dengan pihak Aljazair mencetak kembali bukunya yang berjudul “Inshaallah” (pertama kali terbit 2001) itu, telah mengakibatkan ketegangan antara Israel dan Swedia dengan tulisannya. Pihak Israel meminta Swedia untuk meminta maaf dan melarang secara resmi penerbitan artikel tersebut. Namun, Swedia mengatakan bahwa tulisan Boström dimuat karena negara itu mengakui prinsip “kebebasan pers.”[di/imc/hidayatullah.com]