Hidayatullah.com--Hamas hari Jum’at (11/3) mengecam penculikan atas seorang insinyur Palestina di Ukraina, yang diduga dilakukan oleh agen mata-mata Israel Mossad.
“Penculikan ini melanggar hukum internasional dan kedaulatan Ukraina. Lebih jauh lagi hal itu merupakan penghinaan oleh penjajah Israel atas masyarakat internasional,” kata jurubicara Hamas Sami Abu Zuhri kepada AFP.
Hamas yang menguasai pemerintahan di Jalur Gaza menuntut pembebasan segera Dirar Abu Sisi (42), dan menyebut Ukraina sebagai pihak yang bertanggungjawab atas terjadinya penculikan tersebut.
Sebuah pengadilan Israel di Petah Tikva melarang publikasi informasi apapun dari pihak Israel tentang penculikan Abu Sisi yang terjadi pada 19 Februari lalu.
Hari Kamis, Kementerian Dalam Negeri Ukraina menerima permintaan dari istri Abu Sisi untuk mencari tahu tentang keberadaan suaminya.
Sergiy Burkalov, jurubicara kementerian dalam negeri mengatakan kepada AFP bahwa Abu Sisi dilaporkan hilang di atas kereta api antara Kiev dan kota Kharkiv yang terletak di sebelah utara. Veronika (32) istri Abu Sisi yang merupakan orang Ukraina, menduga suaminya dibawa ke Israel.
Menurut media Israel yang mengutip perwakilan Ukraina di PBB, Abu Sisi dikurung di penjara Shikma di kota yang dikuasai Israel, Ashkelon.
Sozan saudara perempuan Abu Sisi mengatakan, abangnya yang pernah menjadi manajer di pembangkit listrik satu-satunya di Jalur Gaza itu pergi ke Ukraina untuk mendapatkan kewarganegaraan Ukraina.
Reuters melaporkan (11/3), sebuah sumber Hamas telah mengkonfirmasi kabar bahwa Abu Sisi telah diculik oleh Israel. Kedutaan Palestina di Ukraina enggan memberikan komentar terkait hal itu.
Sebelumnya kepada Reuters, Sozan mengatakan abangnya diculik dari sebuah kereta api di Ukraina bulan lalu, lalu dipindah ke Ashkelon, Israel.
“Teman-teman di sana mengatakan, Dirar dibekuk oleh enam orang saat berada di atas kereta api antara Kharkov dan Kiev,” kata Sozan.*