Hidayatullah.com–Seorang pejabat senior Fatah memperigatkan Israel bahwa Otorita Palestina tidak akan bisa membendung jika rakyat akan melakukan Intifadah Ketiga, sebagai respon dari macetnya proses perdamaian.
Abbas Zaki, seorang anggota pengurus pusat Fatah kepada stasiun radio militer Israel, Kamis (12/5) mengatakan bahwa rakyat Palestina mungkin akan melakuan intifadah dalam peringatan Nakba, hari bencana besar yang bertepatan dengan pendirian negara Israel tahun 1948 oleh bangsa Yahudi.
Rencananya, rakyat Palestina akan melakukan unjuk rasa besar pada hari Ahad (15/5) untuk memperingati Nakba.
Menurut Zaki, Otorita Palestina tidak akan bisa menghentikan aksi rakyat Palestina, setelah mereka melihat keberhasilan dari aksi serupa di negara-negara lain.
Nakba dianggap sebagai bencana terbesar bangsa Palestina di era modern, karena Israel mengusir lebih dari 85% rakyat Palestina dari tanah air mereka, setelah bangsa Yahudi mengumumkan berdirinya negara Israel tahun 1948.
Menurut Biro Pusat Statistik Palestina, lebih dari 800.000 dari 1,4 juta rakyat Palestina yang tinggal di wilayah negara itu tahun 1948, diusir Israel dari kampung-kampung halaman mereka dan dikumpulkan di Tepi Barat dan Jalur Gaza. Sebagian lain terpaksa mengungsi ke negara-negara tetangga.
Selama Nakba, Israel mengontrol 774 kota dan desa dan menghancurkan 531 kota dan kota Palestina. Tidak kurang dari 70 peristiwa pembantaian berdarah dilakukan Israel sepanjang Nakba dengan korban nyawa lebih dari 15.000 rakyat Palestina.*