Hidayatullah.com–Turki, Palestina dan Mesir, dipimpin badan kerjasama dan pembangunan Turki, TIKA, bahu-membahu mendirikan sebuah rumah sakit berkapasitas 150 tempat tidur di Jalur Gaza.
Proyek pembangunan rumah sakit itu dilaksanakan oleh Aker Construction sejak April tahun lalu, tapi perusahaan itu menemui banyak kendala, karena kekurangan bahan bangunan dan sulitnya membawa masuk bahan material yang diperlukan ke Jalur Gaza lewat pintu perbatasan yang ada.
“Masa pembangunan proyek semacam ini adalah dua tahun. Tapi kami harus menyesuaikan dengan situasi, karena kesulitan yang kami hadapi akibat blokade,” kata koordinator proyek Mehmet Chit Ababay, Selasa (19/7).
Meskipun demikian, Ababay menegaskan bahwa proyeknya harus segera diselasaikan dalam dua tahun. Oleh karena proyek tersebut merupakan kebanggaan bangsa.
“Ketika rumah sakit ini selesai dibangun, orang akan mengatakan bahwa ini dibangun oleh Turki dan orang-orang Turki,” kata Ababay.
Proyek itu merupakan hasil kerjasama antara Turki, Palestina dan Mesir, dengan dukungan dari Otoritas Palestina dan pemerintahan Palestina di Gaza yang dipimpin Hamas.
Mesir diharapkan berpartisipasi dalam proyek dengan memudahkan jalur transportasi dan membuka pintu perbatasan agar bahan bangunan yang diperlukan bisa masuk ke Jalur Gaza.
Rumah sakit yang dirancang sebagai kompleks sosial itu terdiri dari beberapa poliklinik, ruang pertemuan, dan ruang pelatihan untuk Universitas Muslim Gaza. Jika sudah berdiri sempurna, luas bangunan mencapai 34.000 meter persegi.
Tahap pertama berupa pembangunan fisik gedung dan sarana pendukungnya berikut pembangunan lingkungan sekitarnya. Tahap kedua berupa pengerjaan interior dan melengkapi kebutuhan-kebutuhan medis yang diperlukan.*