Hidayatullah.com–Hamas, Ahad (13/5), menyatakan penolakannya terhadap ancaman Menteri Perlindungan Lingkungan Israel, Gilad Erdan yang akan memutuskan aliran listrik dan gas dari Jalur Gaza. Hamas menganggap ancaman tersebut sebagai bagian dari blokade terhadap Gaza. Demikian dilansir Aljazeera.
Juru bicara Hamas, Fawzi Barhoum mengatakan bahwa ancaman Israel tersebut menggambarkan kebangkrutan dan kebingungan yang dialami oleh Zionis. Hal itu merupakan hasil dari perlawanan Gaza dan simpati internasional.
Barhoum menambahkan, diangkatnya masalah ini sekarang adalah bertujuan untuk menarik perhatian dunia dan media kepada kejahatan dan pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan penjajah Israel.
Juru bicara tersebut meminta kepada negara-negara Arab dan khususnya Mesir, agar membentuk jaringan pengaman Arab-Mesir untuk Gaza, serta memasok bahan bakar, listrik dan gas.
Sebelumnya radio Israel telah melaporkan bahwa Gilad Erdan telah membuat proposal untuk mangatasi kekurangan produksi listrik di musim panas ini, yaitu dengan memotong listrik dari Jalur Gaza untuk masa tertentu.
Menurut Erdan, dengan pemotongan listrik ke Gaza tesebut, setidaknya dapat memberikan tambahan produksi tenaga listrik ke Israel sebesar 4%.