Hidayatullah.com–Kepala Biro Politik Hamas, Khaled Misy’al menyerukan kepada Presiden Mesir, Muhammad Mursy dan semua kepala negara-negara Arab dan Islam untuk melakukan apa yang disebutnya sebagai “Perencanaan untuk proyek pembebasan al-Quds”, karena peran negara Palestina membutuhkan peran negara Arab.
Dalam sebuah upacara peringatan pembebasan al-Quds yang dilakukan oleh Shalahuddin al-Ayyubi yang diperingati Kairo, Meshaal mengatakan bahwa dukungan terhadap al-Quds yang telah ada sebelumnya, baik dari segi sosial, amal maupun budaya, dapat diterima meski masih belum cukup. Akan tetapi sekarang pasca gelombang revolusi Arab, hal-hal tersebut masih belum cukup.
Dalam konteks lain, Kepala Biro Politik Hamas ini juga meminta untuk mengakhiri perundingan dengan penjajah Israel.
“Sekarang waktunya untuk membalikkan meja perundingan dari orang-orang yang ingin memperbudak kita.”
Selain itu, Khaled Misy’al juga meminta untuk mengakhiri perpecahan di dalam tubuh Palestina, dan menekankan perlunya kepemimpinan Palestina dari seluruh elemen, guna memulai langkah besar untuk mengakhiri perpecahan dan menyelesaikan rekonsiliasi.
Sementara itu sebagai respon atas serangan televisi Suriah terhadap dirinya dan Hamas, Meshaal menjelaskan bahwa Hamas tidak akan pernah melupakan dukungan pemerintah Suriah, dan selalu berdiri di samping mereka. Namun lebih lanjut ia menegaskan, tak akan berdiri di atas penderitaan rakyat.
“Tetapi (kami) tidak bisa kompromi pada darah rakyat mereka (Suriah),” demikian dilansir Aljazeera, Kamis, (o4/10/1202).
Dengan demikian, secara tidak langsung Hamas menyatakan dukungannya kepada gerakan revolusi rakyat Suriah.*