Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Serdadu Zionis di Televisi: ‘Ya, Saya Membunuh Anak-anak Palestina’

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 27 November 2013 08:30 8:30 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 November 2013 08:30
Bagikan
Jenazah bocah Gaza yang di dadanya terdapat lubang peluru, salah satu korban sniper penjajah zionis 2008-2009
Bagikan

Hidayatullah.com | Sahabat Al-Aqsha.com–Seorang serdadu wanita penjajah zionis ‘Israel’ mengakui, ia menembak dan membunuh rakyat Palestina termasuk anak-anak. Elena Zakusilo, wanita Ukrania beragama Yahudi ini mengungkapnya dalam program televisi “Pendeteksi Kebohongan”. Zakusilo yang menggunakan nama Elena Gluzman saat menjadi tentara di ‘Israel’ bahkan tidak ingat jumlah pasti korban Palestina yang ia bunuh.

Zakusilo juga mengakui bertugas melatih anjing militer untuk memata-matai dan menyerang desa-desa di Palestina. Sekitar 150 anjing tersebut dilatih membawa kamera video dan menerima instruksi dari jarak 10 kilometer.

“Anjing-anjing itu menggigit tas kecil yang berisi kamera video. Mereka dipakaikan pengikat elektrik yang bisa dikendalikan dari jarak 10 kilometer untuk menyerang manusia,” Zakusilo menerangkan dalam acara yang tayang 4 November 2013 itu.

Dalam acara “Lie Detector” tersebut, peserta memang ditantang untuk bicara jujur untuk mendapatkan hadiah uang. Ketika pembawa acara bertanya, “Apakah kamu pernah membunuh orang?” Zakusilo menjawab, “Ya. Kami memang harus menembak dan membunuh, karena jika tidak, kami yang dibunuh mereka.”

Pembawa acara melanjutkan, “Apakah kamu menembak anak-anak juga?” Zakusilo mengangguk, “Ya.”

Baca Juga

Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

“Berapa orang yang telah kamu bunuh?” tanya pembawa acara lagi.

“Tidak tahu,” jawab Zakusilo.

Zakusilo justru menyalahkan para ibu yang mengirim anak-anaknya untuk membawa bom Molotov. Sebagaimana propaganda zionis pada umumnya, Zakusilo mengelak dengan mengatakan yang ia bunuh adalah teroris. Ia juga mengaku pernah membunuh warga Palestina saat terjadi protes setelah kematian Yaser Arafat pada tahun 2004.

Lembaga Amnesty Internasional pada laporannya tahun 2013 menekankan buruknya tingkat pertanggungjawaban kejahatan serdadu ‘Israel’ terhadap rakyat sipil Palestina, “Pihak berwenang gagal menginvestigasi pembunuhan rakyat sipil Palestina oleh ‘Israel’ dan menghukum mereka yang bersalah.”

Organisasi ‘Israel’ bernama “Breaking the Silence” (Memecah Kesunyian) mengumpulkan testimoni 700 veteran tentara ‘Israel’ dan mendokumentasi budaya perlakuan buruk dan tidak manusiawi di kalangan tentara ‘Israel’ terhadap rakyat Palestina. *

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Perkuat Syariat, Pemko Banda Aceh Hadirkan Habib Rezieq ke Aceh
Tulisan selanjutnya Dituduh Bantu Penyadapan, Presiden Perintahkan Menlu Panggil Dubes Singapura dan Korsel

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Berita
18 Juli 2026 10:12
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?