Hidayatullah.com | Sahabat Al-Aqsha.com–Seorang serdadu wanita penjajah zionis ‘Israel’ mengakui, ia menembak dan membunuh rakyat Palestina termasuk anak-anak. Elena Zakusilo, wanita Ukrania beragama Yahudi ini mengungkapnya dalam program televisi “Pendeteksi Kebohongan”. Zakusilo yang menggunakan nama Elena Gluzman saat menjadi tentara di ‘Israel’ bahkan tidak ingat jumlah pasti korban Palestina yang ia bunuh.
Zakusilo juga mengakui bertugas melatih anjing militer untuk memata-matai dan menyerang desa-desa di Palestina. Sekitar 150 anjing tersebut dilatih membawa kamera video dan menerima instruksi dari jarak 10 kilometer.
“Anjing-anjing itu menggigit tas kecil yang berisi kamera video. Mereka dipakaikan pengikat elektrik yang bisa dikendalikan dari jarak 10 kilometer untuk menyerang manusia,” Zakusilo menerangkan dalam acara yang tayang 4 November 2013 itu.
Dalam acara “Lie Detector” tersebut, peserta memang ditantang untuk bicara jujur untuk mendapatkan hadiah uang. Ketika pembawa acara bertanya, “Apakah kamu pernah membunuh orang?” Zakusilo menjawab, “Ya. Kami memang harus menembak dan membunuh, karena jika tidak, kami yang dibunuh mereka.”
Pembawa acara melanjutkan, “Apakah kamu menembak anak-anak juga?” Zakusilo mengangguk, “Ya.”
“Berapa orang yang telah kamu bunuh?” tanya pembawa acara lagi.
“Tidak tahu,” jawab Zakusilo.
Zakusilo justru menyalahkan para ibu yang mengirim anak-anaknya untuk membawa bom Molotov. Sebagaimana propaganda zionis pada umumnya, Zakusilo mengelak dengan mengatakan yang ia bunuh adalah teroris. Ia juga mengaku pernah membunuh warga Palestina saat terjadi protes setelah kematian Yaser Arafat pada tahun 2004.
Lembaga Amnesty Internasional pada laporannya tahun 2013 menekankan buruknya tingkat pertanggungjawaban kejahatan serdadu ‘Israel’ terhadap rakyat sipil Palestina, “Pihak berwenang gagal menginvestigasi pembunuhan rakyat sipil Palestina oleh ‘Israel’ dan menghukum mereka yang bersalah.”
Organisasi ‘Israel’ bernama “Breaking the Silence” (Memecah Kesunyian) mengumpulkan testimoni 700 veteran tentara ‘Israel’ dan mendokumentasi budaya perlakuan buruk dan tidak manusiawi di kalangan tentara ‘Israel’ terhadap rakyat Palestina. *