Hidayatullah.com–Chanel Televisi 2 ‘‘israel” menegaskan, empat pemukim Yahudi tewas dan 13 lainya luka-luka akibat penusukan dan penembakan yang terjadi di sinagog ‘israel’ di wilayah Har Nov, Al-Quds Selasa, jam 7 tadi pagi (18/11/2014).
Sumber TV 2 ‘‘israel’’ dan harian Yedeot Aharonot mengungkapkan, lima pemukim Yahudi tewas di dalam sinagog.
Serangan ini diduga kuat balasan terhadap gugurnya pemuda Palestina Yusuf Al-Ramuni (32) yang digantung oleh warga pemukim Yahudi di tempatnya bekerja sebagai sopir di kawasan industri di Givat Shaul. [Al-Quds Membara Pasca Pembunuhan Pria Palestina]
Laman nbcnews.com menyebutkan, peristiwa berdarah ini tejadi ketua dua warga Palestina menyerbu masuk ke sebuah rumah ibadah Yahudi di Jerusalem, melepaskan tembakan, menggunakan pisau dan kapak menyerang orang-orang Yahudi yang sedang berdoa di dalam, kata para pejabat hari Selasa.
Menurut juru bicara polisi ‘‘israel’’ Micky Rosenfeld para penyerang ikut tewas dalam baku tembak dengan polisi.
Berbicara kepada mengatakan: “Semua orang sedang berdoa dengan damai tanpa gangguan apapun dan kemudian tiba-tiba mereka masuk ke tempat ibadah dan perdamaian mengubahnya menjadi mimpi buruk pembunuhan,” ujar Rosenfeld pada BBC Radio 4.

Polisi menegaskan salah satu korban termasuk Rabbi Moshe Twersky, anak sulung dari Rabbi Isadore Twersky dari Boston, dan cucu dari Rabbi Joseph B. Soloveitchik.
Sami Abu Zuhri, jubir gerakan Hamas dalam pernyataan persnya dikutip PIC mengatakan, operasi Al-Quds merupakan serangan balasan atas berlanjutnya kejahatan demi kejahatan yang dilakukan Zionis terhadap bangsa Palestina. Terakhir apa yang menimpa pemuda, Yusuf Ramuni yang dibunuh secara keji di dalam bus kemarin.
Ia menambahkan, aksi ini membawa misi penting kepada setiap pihak, bahwa Masjid Al-Aquds adalah garis mereka yang tak bisa dilanggar. Bangsa Palestina tidak akan membiarkan tempat sucinya dinodai kehormatanya. Mereka banyak mempunyai alternatif pilihan perlawanan.
Apa yang terjadi hari ini di sinagog di kota Al-Quds adalah tanda-tanda peringatan untuk penjajah atas ulahnya di Al-Quds.
Situs Sahabat Al Aqsha menyebut, sepertinya peristiwa ini akan melahirkan Intifadah ke 3.
“Intifadhah ke-3 sudah di depan mata,” demikian dalam akun resminya @sahabatalaqsha.*