Hidayatullah.com–Pemimpin Gerakan Perlawanan Islam Hamas, Dr Musa Abu Marzuk, menegaskan bahwasanya Israel melawan sejarah dan tidak memiliki masa depan di kawasan Arab, ia akan lenyap.
Abu Marzouk mengatakan dalam pernyataannya, Ahad (25/10/2015), yang diposting di akun Facebook pribadinya. Ia mengatakan, Zionis Israel hidup penuh kontradiksi di kawasan Arab. Dan bahwa semua tindakannya yang di luar perundang-undangan, tidak akan pernah memberikan keamanan kepadanya. Demikian lansir laman hamas.ps Ahad, (25/10/2015).
Dia juga mengatakan Israel adalah Negara dzalim yang berteriak “didzalimi”
“Israel adalah satu-satunya yang berbuat kedzaliman dan mengaku didzalimi, yang menjajah suatu negara kemudian mengaku bahwasanya dia adalah korban dan penduduk adalah pelaku penyerangannya. Satu-satunya yang mengklaim bahwasanya orang Yahudi adalah manusia yang memiliki hak yang sempurna, dan selainnya adalah bukan manusia. Dan Israel adalah satu-satunya di antara negara-negara yang tentaranya memiliki penduduk namun penduduknya tidak merasakan ketenangan,” tambahnya.
Dia menunjukkan bahwa semua itu tidak mampu mencapai keamanan dan kesejahteraan, dan Israel adalah satu-satunya yang mengajak orang-orang Yahudi di dunia untuk datang menuju kesejahteraan dan keamanan, dan pada waktu yang sama mengaku bahwa rudal akan jatuh di atas kepala mereka, kemudian dia kehilangan keamanan dan kesejahteraan ekonomi.
Sementara ia memanggil orang-orang Yahudi dari seluruh dunia untuk menikmati keamanan dan kesejahteraan, katanya.*
Menipu Dunia
Sementara itu, Juru bicara Hamas, Dr. Sami Abu Zuhri dalam siaran persnya dilansir laman hamas.ps, Selasa (27/10/2015), menyatakan terus-menerusnya serangan terhadap Masjid Al-Aqsha menegaskan bahwa Netanyahu melakukan praktek licik dan penipuan terhadap para pemimpin dunia dan kawasan Arab.
“Pada pagi ini, puluhan orang Yahudi menyerbu pelataran-pelataran Masjid Al-Aqsha yang diberkahi dengan tantangan yang menyolok bagi perasaan rakyat Palestina dan kaum Muslimin,” ujarnya.*