Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Pendeta Palestina Kritik Gereja dan Teolog hanya Diam Melihat Pembantaian di Gaza

Ahmad
Terakhir diupdate: 27 Agustus 2024 10:09 10:09 am
Ahmad
Dipublikasikan 27 Agustus 2024 10:45
Bagikan
Pendeta Munther Isaac
Bagikan

Hidayatullah.com—Pendeta dan gereja didesak bersuara keras menentang penindasan terhadap rakyat Palestina dan tidak berdiam diri terhadap genosida di Gaza yang berarti itu menyetujui tindakan penindasan rezim Zionis ‘Israel’.

Sayangnya, para pemimpin politik dan gereja yang diharapkan suaranya justru membisu. Hal tersebut diungkapkan Pendeta Gereja Lutheran Injili Natal di Betlehem, Pendeta Munther Isaac dalam wawancara dengan Amy Goodman di saluran YouTube Democracy Now! baru-baru ini.

“Satu demi satu, memberikan lampu hijau bagi genosida ini, memberinya kedok pembelaan diri, bahkan tidak dapat memaksa diri untuk mengutuk kejahatan perang yang jelas dilakukan oleh ‘Israel’,” ujarnya.

“Teman-teman, genosida telah menjadi hal yang biasa. Dan sebagai orang-orang beriman, jika kita benar-benar mengaku mengikuti juru selamat yang disalibkan, kita tidak akan pernah bisa menerima ini,”ujarnya.

Menurutnya dunia tidak boleh menerima normalisasi genosida. “Kita tidak boleh menerima anak-anak yang meninggal karena kelaparan, bukan karena kekeringan atau kelaparan, tetapi kelaparan, bencana buatan manusia.”

Baca Juga

Hamas Tolak Lucuti Senjata Sebelum Penjajah Tinggalkan Gaza
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina

Menurutnya, dengan serangan Zionis ‘Israel’ ini menunjukkan genosida telah dinormalisasi, seperti apartheid dinormalisasi di Palestina dan, sebelumnya, di Afrika Selatan, seperti perbudakan dan sistem kasta dinormalisasi.

Ia juga memandang bagaimana para pemimpin negara-negara adidaya memandang pembantaian dengan cara mengambil untung dari kolonialisme modern.

“Mereka menciptakan narasi untuk menormalkan genosida. Mereka memiliki teologi untuk itu. Genosida telah dinormalisasi. Ini adalah rasisme yang terburuk.

Isaac dalam pidatonya diunggah pada tanggal 14 Agustus ini merujuk situasi Amerika Serikat (AS) dengan menyatakan bahwa tindakan membiarkan AS terus mendanai genosida dan memberikan perlindungan politik terkait perang di Gaza memerlukan tindakan penanggulangan yang lebih proaktif.

“Jadi saya di sini untuk berbicara dengan para pemimpin agama, khususnya para pemimpin gereja. (Yaitu) komunitas saya sendiri, untuk menyaring suara karena 10 bulan telah berlalu sejak pecahnya perang ini dan kami bosan dengan seruan perdamaian yang kosong, kami bosan dengan pembicaraan yang sama,” ujarnya.

Menurut dia, sudah saatnya suara para pemuka agama harus didengar mengingat “kita berada di negara yang mendanai genosida ini” dan semua berada di negara yang terus memberikan perlindungan politik terkait genosida Gaza.

“Jadi kalau diam saja, padahal tahu uangmu dibelanjakan berarti setuju, maka itu sudah cukup. Saya berharap semakin banyak pemimpin agama, pendeta, teolog, pendeta yang bersuara agar tragedi di Gaza ini dihentikan,” kata Isaac.

Amy Goodman juga meminta Pendeta untuk mengomentari Kristen Evangelis Zionis yang dianggap memberikan perlindungan dan kekuasaan kepada penjaah ‘Israel’.

“Nah, Zionis Kristen adalah umat Kristiani yang mendorong visi Zionisme dengan membawa orang-orang Yahudi ke Palestina,” kata Isaac.

“Umat Kristen mulai memimpikan konsep membawa orang Yahudi ke Palestina jauh sebelum (keberadaan) gerakan Zionis modern,” tambah dia.

“Dan idenya adalah bahwa suatu hari orang-orang Yahudi akan dipulihkan menggunakan istilah teologis yang sebenarnya berarti (mereka akan) memeluk agama Kristen dan menerima Yesus sebagai Mesias dan agar (insiden) itu terjadi, mereka harus berada di Palestina, yaitu di Tanah Suci Palestina,” tambahnya lagi.

“Banyak orang Kristen kemudian berkata bahwa jika kedatangan Yesus yang kedua kali akan terjadi, maka situasi ini harus terjadi terlebih dahulu. Jadi mereka mengaitkannya dengan kedatangan Yesus yang kedua kali.”

“Dan saat ini gerakan ini telah berkembang pesat menjadi kekuatan politik. Memberi jutaan dolar dan banyak terlibat dalam lobi politik atas nama ‘Israel’. Kita punya banyak anggota kongres, pria dan wanita, yang benar-benar mengucapkan kalimat Zionis Kristen seperti “Anda harus memberkati ‘Israel’,” “‘Israel’ dipilih oleh Tuhan,” “itu adalah perintah Kristen untuk mendukung ‘Israel’,” katanya.

Dalam menjelaskan tindakan kejam Zionisme terhadap masyarakat asal Palestina, Pendeta ini juga menegaskan agar tidak seorang pun boleh diam ketika Zionis menggunakan Alkitab (Injil) sebagai senjata untuk membenarkan genosida, sehingga mempertanyakan kemana perginya konsep cinta dan keadilan dalam melakukan kekejaman.

“Jadi ini adalah kekuatan politik yang sangat kuat dan kembali ke apa yang saya katakan – kita tidak bisa diam ketika Alkitab digunakan sebagai senjata saat ini untuk melanjutkan genosida dengan cara yang sama, karena ketika kita melihat Zionisme dan Zionisme Kristen, di faktanya mereka telah berkontribusi pada Nakba 1948, dalam pembersihan etnis rakyat Palestina, ratusan ribu pengungsi (Palestina), (karena) ‘Israel’ tidak diciptakan di tanah kosong,” kata dia.

Sebagai seorang pendeta, Isaac mempertanyakan di mana konsep perdamaian dan cinta serta keadilan dan belas kasihan dalam semua pembantaian ini. “Sangat mengejutkan bagi kami bahwa banyak orang Kristen tidak melihat sisi kemanusiaan dari orang-orang Palestina karena teologi (Zionis) ini,” kata pendeta tersebut.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BetlehemgenosidaGereja Lutheran Injili NatalHeadlineisraelJalur GazaMunther Isaacpalestinapendeta
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Komnas HAM Minta Aparat Tak Gunakan Kekerasan dalam Pengamanan Peserta Demonstrasi
Tulisan selanjutnya Menteri Ekstremis ‘Israel’ akan Bangun Sinagoga di Masjidil Aqsha

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Muhammadiyah Dorong Media AfiliasiMu Terhubung dalam Satu Ekosistem Digital

Berita
13 Agustus 2026 19:00
Lima Strategi PBNU untuk Wujudkan Pesantren Aman
70 Ribu Warga Palestina Hadiri Shalat Jumat di Masjidil Aqsha, Ribuan Datang Sejak Subuh
Dari Kaltim ke Maroko, Dua Hafidz Ini Wakili Indonesia di MTQ Internasional
Bertemu Medikdasmen, MUI Dorong Budaya Hidup Halal Masuk Lingkungan Sekolah

Terbaru

  • Perang Iran Dongkrak Penjualan Truk Listrik China
  • Qatar Bantah Menahan Pilot Iran
  • Tidak Becus Tandai Kecurangan NTU Hentikan Penggunaan Detektor AI
  • Pakai Toilet Umum Kaum Hawa Disuruh Bayar Kaum Adam Gratis, Wanita Austria Ini Menggugat
  • Banyak Peluncuran Satelit Eropa Terancam Kekurangan Roket
  • Redam Aksi Protes PM Modi Janjikan Pelatihan AI Gratis untuk Pelajar India
  • PM Anwar Ibrahim Upayakan Pencabutan UU yang Membatasi Kegiatan Politik Mahasiswa
  • Uni Emirat Tetapkan Libur Maulid Nabi 1448 Hijriyah Tanggal 28 Agustus
  • Mantan Profesor Cambridge di Pusaran Tuduhan Plagiarisme Ditemukan Tak Bernyawa
  • Prancis Desak Israel Tangkap Pemukim Yahudi yang Memblokade Rumah Warga Palestina di Qusra

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

31 Maret 2026 09:13
Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?